Liputan Jatim Bersatu

Pencurian Kabel Primer di Ngagel Tama Tengah Diduga Dikomandoi DPO Polres Mojokerto, Jonathan Jadi Aktor Utama

Surabaya, – LiputanJatimBersatu,com. Aksi pencurian kabel primer kembali menggemparkan warga Kota Surabaya. Kali ini, peristiwa terjadi di kawasan Ngagel Tama Tengah.

 

Hal yang mengejutkan menurut Informasi yang beredar menyebutkan, aksi tersebut dikomandoi oleh Jonathan, seorang buronan (DPO) Polres Mojokerto Kabupaten yang dikenal sebagai aktor pencurian kabel.

 

Sejumlah saksi mata di lokasi mengungkapkan, pencurian berlangsung pada siang hari Sabtu 20/09/2025.

 

Kabel primer yang menjadi target dicuri dengan cara digali, dipotong, dan ditarik dengan truk kemudian di bawa.

 

Warga mengatakan tidak mengetahui aktivitas tersebut legal atau ilegal, pasalnya ada ijin ke pemangku wilayah menggunakan surat yang berkop surat dengan logo PT Putri Ratu Mandiri dan Telkom Property.

 

Dalam surat tersebut jelas ada tiga orang penanggung jawab yakni Kepala Kordinator Jonathan A.P, Kordinator Pengamanan Hani Prasetyo dan Kordinator pekerja Waluyo. Dimana menurut informasi Waluyo merupakan pensiunan Telkom.

 

Jonathan sendiri bukan nama baru dalam dunia vandalisme (pencurian kabel). Sebelumnya, ia pernah diamankan Polres Mojokerto Kabupaten dalam kasus serupa. Namun, entah bagaimana, pria tersebut kembali bisa bergerak bebas dan melanjutkan aksinya di Surabaya.

 

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terkait penanganan aparat terhadap sosok yang sudah diamankan Korem dan dilimpahkan ke Polres Mojokerto Kabupaten.

 

Tentunya hal ini menjadi sorotan Publik, dimana Kapolres Mojokerto Kabupaten diduga sengaja membiarkan Penjahat untuk bergerak bebas dimana buktinya sekarang kembali beraksi di Surabaya.

 

Pihak kepolisian hingga kini belum memberikan keterangan resmi mengenai penangkapan maupun status hukum Jonathan. Tentu hal ini harusnya menjadi atensi Bagi Kapolda Jatim untuk profesional dan menerjunkan Bid Propam Polda Jatim agar hukum tegak dan tidak ada penyalahgunaan wewenang dan jabatan.

 

Beberapa pihak mendesak agar polisi segera mengusut tuntas kasus ini, termasuk kemungkinan adanya jaringan lebih besar di balik pencurian kabel primer milik telkom ini. Tentunya Pihak telkom harus melaporkan pencurian ini ke pihak berwajib.

 

“Kalau hanya Jonathan yang ditangkap tapi jaringan dibiarkan, pencurian kabel pasti akan terus terulang. Kerugian negara dan masyarakat bisa sangat besar,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

 

Pencurian kabel primer sendiri bukan hanya merugikan dari sisi materi, tetapi juga membahayakan pelayanan publik. Dimana fasum yang dibongkar pasti tidak di rekondisi dengan baik.

 

Redaksi Media ini mencoba mengkonfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Gubeng dengan adanya dugaan pencurian kabel milik PT Telkom.

 

” Belum ada laporan dari masyarakat dan kami menunggu pihak Telkom untuk melaporkannya. Ujar Ipda Duwe.

 

Redaksi juga mengkonfirmasi kepada PT PRM selaku pemenang tender dalam mengerjakan penarikan kabel.

 

“Kami dari PRM selaku pelaksana yg ditunjuk oleh telkom untuk pekerjaan Pelolosan kabel tanah tanam langsung (KTTL) belum melakukan aktifitas apapun di wilayah surabaya dikarenakan nota dinas dan simlok belum diterbitkan ke kami bisa dipastikan kegiatan yg dilakukan diwilayah surabaya vandalisme. Ujar Yubi.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Mojokerto terkait langkah lanjutan kasus Jonathan.

 

Masyarakat kini menunggu sikap tegas kepolisian dalam menindak buronan yang disebut-sebut menjadi aktor utama pencurian kabel di Ngagel Tama Tengah.

 

Anugrah

More To Explore

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada

Fashion

Diduga Dipersulit, Keluarga Pasien Pertanyakan Transparansi RSIA Puri Bunda Madura dalam Pemberian Rekam Medis

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – RSIA Puri Bunda Pamekasan Madura menuai sorotan setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan memperoleh salinan rekam medis, meski seluruh persyaratan yang diminta pihak rumah sakit disebut telah dipenuhi. Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan serta komitmen rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien. Persoalan semakin mengemuka