Liputan Jatim Bersatu

Polres Nganjuk Ungkap Dua Kasus Peredaran Narkoba, Sabu dan Okerbaya Diamankan

 

Nganjuk – liputanjatimbersatu.com Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, SH, SIK, MM, konfirmasi penangkapan dua pria yang diduga kuat menjadi pengedar narkotika dan obat keras berbahaya (okerbaya) di wilayah Kabupaten Nganjuk. Keduanya ditangkap secara terpisah oleh Satresnarkoba Polres Nganjuk pada Sabtu dan Minggu malam, 18–19 Mei 2025.

 

Pengungkapan ini merupakan hasil dari pengembangan informasi masyarakat yang masuk melalui program Wayahe Lapor Kapolres (WLK) dan ditindaklanjuti oleh personel Satresnarkoba secara cepat dan terukur.

 

“Kami berhasil mengungkap dua kasus dalam waktu hampir bersamaan, masing-masing di Kecamatan Patianrowo dan Kecamatan Kertosono. Ini adalah bentuk keseriusan kami anggota jaringan narkotika di wilayah hukum Polres Nganjuk,” ujar AKBP Henri, Selasa (20/5/2025).

 

Dari kedua tersangka, yakni MB (28), warga Kecamatan Kertosono, dan BH (49), warga Kecamatan Kertosono, petugas menyita total barang bukti sabu seberat 3,37 gram dalam 28 klip plastik, 2.541 butir pil dobel L, dompet lakban, dompet kecil merah muda, dua unit ponsel, serta dua sepeda motor masing-masing Yamaha Jupiter nopol S-4372-QE dan Honda Beat nopol AG-3883-XZ. Seluruh barang bukti ditemukan di berbagai lokasi, mulai dari saku celana, pagar rumah, hingga jok sepeda motor.

 

Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk IPTU Sugiarto, SH, menjelaskan bahwa MB ditangkap saat berjualan nasi goreng di wilayah Desa Grombot, Kecamatan Patianrowo, sementara BH diamankan di pinggir jalan depan Pasar Wage, Kecamatan Kertosono. Keduanya mengaku mendapat sabu dari pengedar lain yang kini masih dalam izin polisi.

 

“MB mendapatkan barang dari seseorang berinisial E asal Pare, Kabupaten Kediri, yang saat ini berstatus DPO. Sedangkan BH mengaku sebagai perantara yang menjual sabu kepada pemesan di wilayah Kertosono,” jelas IPTU Sugiarto.

 

Penangkapan ini menjadi bukti bahwa sindikat narkoba berupaya menyamarkan aktivitasnya di masyarakat tengah, termasuk melalui profesi yang tampak normal seperti pedagang.

 

“Kami akan terus menggencarkan pemberantasan narkoba dan tidak segan menindak siapa pun yang terlibat, modus apapunnya,” tambah IPTU Sugiarto.

 

Polres Nganjuk mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba melalui program Wayahe Lapor Kapolres (WLK), guna menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bebas dari narkotika

 

 

(Korlap)

More To Explore

Fashion

Pengkhianatan Kepercayaan: Sekali Rusak, Sulit Kembali Utuh

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com.– Kepercayaan adalah fondasi yang menopang setiap hubungan, baik dalam kehidupan pribadi, pertemanan, dunia kerja, maupun interaksi sosial di tengah masyarakat. Namun ketika kepercayaan itu dikhianati, yang hancur bukan hanya sebuah hubungan, melainkan juga keyakinan, rasa hormat, dan penghargaan yang selama ini dibangun dengan susah payah. Pengkhianatan kepercayaan kerap

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada