Liputan Jatim Bersatu

Pembacokan di Kedinding Lor Surabaya, Dipicu Ngisi Bensin Tak Berbayar

 

Surabaya – LiputanJatimBersatu,com. Peristiwa pembacokan hingga menewaskan seorang pria berinisial S warga Jalan Bulak Banteng Madya Surabaya, yang terjadi pada Senin (19/05/2015), di belakang Masjid Sirotol Mustaqim Jalan Kedinding Lor Surabaya, dipicu permasalahan mengisi bensin yang tidak berbayar.

 

Hal tersebut, disampaikannya Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP M. Prasetyo, dalam kegiatan konferensi pers dihalaman Mapolres, pada Kamis Sore (22/05/2025).

 

“Berawal peristiwa pembacokan yang menyebabkan hilangnya nyawa ini, dipicu permasalahan pengisian bensin di warung milik pelaku, yang dilakukan oleh korban tidak berbayar. Sehingga pelaku emosi,” kata AKP M. Prasetyo dihadapan wartawan.

 

Lanjut AKP M. Prasetyo, korban sempat dikejar oleh pelaku menggunakan sepeda motor hingga ke belakang Masjid, yang merupakan jalan buntu. Di lokasi itulah korban akhirnya dibacok dibagian dada sebelah kiri, lengan atas hingga lengan tangan terputus.

 

“Setelah korban meninggal dunia, pelaku membawa motor korban dan membuangnya di Jalan Larangan, Kelurahan Kenjeran. Pelaku kemudian melarikan diri ke kampung halamannya Sampang, Madura,” lanjutnya.

 

AKP M. Prasetyo, menjelaskan, tertangkapnya pelaku pembacokan tersebut, dilakukan oleh Tim gabungan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polsek Jajaran, tidak kurang dari 1X24 jam di kampung halamannya.

 

“Untuk identitas pelaku adalah BS (26 tahun), warga di Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang Madura,” jelas AKP M. Prasetyo.

 

Selain itu, pihaknya menetapkan pelaku BS sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembacokan yang menyebabkan hilangnya nyawa di Jalan Kedinding Lor Surabaya.

 

“Kita tetapkan BS sebagai tersangka tunggal dalam kasus ini, karena dengan korban tidak saling mengenal dan untuk pasal di jeratkan yakni pasal 338 KUHP tentang pembunuhan yang ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” terang Ajun Komisaris Polisi itu.

 

Dalam tambahannya, AKP M. Prasetyo menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyelesaikan perselisihan dengan cara kekerasan atau main hakim sendiri.

 

“Kami tegaskan bahwa Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan terus memberikan rasa aman serta menindak tegas segala bentuk kejahatan. Kami juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan penyelesaian konflik secara damai,” tutup AKP Prasetyo.

 

RS

More To Explore

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada

Fashion

Diduga Dipersulit, Keluarga Pasien Pertanyakan Transparansi RSIA Puri Bunda Madura dalam Pemberian Rekam Medis

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – RSIA Puri Bunda Pamekasan Madura menuai sorotan setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan memperoleh salinan rekam medis, meski seluruh persyaratan yang diminta pihak rumah sakit disebut telah dipenuhi. Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan serta komitmen rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien. Persoalan semakin mengemuka