Surabaya – LiputanJatimBersatu.com. Dua proyek pemasangan saluran U-Ditch yang berlokasi di Genting Tambak Dalam Blok GH dan Blok KL, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, menuai sorotan warga. Proyek yang merupakan bagian dari program Pemkot Surabaya tahun anggaran 2025 ini diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi.
Warga mempertanyakan alasan kontraktor menyembunyikan papan informasi proyek.
“Ini proyek pemerintah, tapi seperti dikerjakan sembunyi-sembunyi. Tidak ada papan nama, jadi kita tidak tahu siapa yang tanggung jawab,” ujar salah seorang warga.
Menurut informasi, papan nama proyek sebenarnya ada, namun disembunyikan oleh pihak pelaksana.
Pengerjaan Diduga Tidak Sesuai Standar
Pantauan di lapangan menunjukkan U-Ditch dipasang di atas genangan air tanpa proses pengeringan. Material U-Ditch juga diduga tidak bermerek, sehingga menimbulkan keraguan terhadap kualitasnya.
Selain itu, tanah lumpur bekas galian tidak diangkut sesuai prosedur, melainkan ditumpuk di tengah atau digunakan kembali sebagai urukan. Padahal, sesuai aturan Pemkot Surabaya, tanah tersebut seharusnya dibuang ke lokasi yang sudah ditentukan.
Respon Aparat Kelurahan dan Kontraktor
Saat dikonfirmasi pada Selasa (29/7/2025), Lurah Asemrowo, Eka Buang, menyatakan:
“Harusnya di lapangan sudah ada pengawas yang kompeten. Kalau pelaksana tidak sesuai spek, pasti laporan ke saya, dan saya yang menegur pelaksana. Begitu alurnya.”
“Terima kasih atas unggahannya, sy akan konsultasikan Kejari Tj Perak karena yg memonitor Dakel itu Kejari Tj. Perak. Tambah Eka Buang
Sementara itu, pihak kontraktor saat dihubungi melalui WhatsApp hanya merespons singkat:
“Ketemu di lokasi saja mas kalau memang mau bincang-bincang… Kalau memang ada yang salah saya perbaiki.”
Warga berharap Pemkot Surabaya, khususnya dinas terkait, segera meninjau ulang proyek ini dan menindak tegas pelaksana yang dianggap tidak profesional.
“Pekerjaan seperti ini harusnya membawa manfaat, bukan menambah masalah,” pungkas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, tim investigasi LiputanJatimBersatu.com masih berupaya berkoordinasi dengan pihak Pemkot Surabaya untuk mendapatkan keterangan resmi lebih lanjut.
Anugrah

