Sampang – Audiensi antara Aliansi Madura Indonesia (AMI) dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang mendadak ricuh setelah lampu di ruang pertemuan tiba-tiba padam.
Insiden tersebut membuat Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, geram dan mempertanyakan keseriusan pihak DLH dalam menanggapi aspirasi masyarakat.
Baihaki menyebut, pihaknya datang dengan niat baik untuk menyampaikan sejumlah kritik dan masukan terkait kinerja DLH. Namun, padamnya lampu saat ia menyampaikan pernyataan penting justru menimbulkan kecurigaan.
“Kami datang resmi, membawa suara rakyat. Tapi kenapa ketika kami bicara, lampunya malah mati? Ini jelas membuat kami kecewa, bahkan bisa menimbulkan dugaan ada unsur kesengajaan,” tegas Baihaki dengan nada geram.
Meskipun listrik kembali menyala beberapa saat kemudian, suasana audiensi sudah terlanjur panas. AMI menilai, kejadian itu bukan sekadar gangguan teknis, melainkan peristiwa yang harus diklarifikasi secara terbuka oleh DLH Sampang.
Baihaki menegaskan, AMI tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal jalannya demokrasi di Sampang.
“Kalau benar ada upaya menghambat penyampaian aspirasi, maka ini bentuk pelecehan terhadap demokrasi. Kami minta DLH bertanggung jawab,” ujarnya.
Peristiwa ini menambah catatan kritis AMI terhadap pemerintah daerah, khususnya dalam hal transparansi dan komitmen melayani masyarakat.

