Surabaya, LiputanJatimBersatu,com. Suasana audiensi yang digelar oleh Aliansi Madura Indonesia (AMI) mendadak tegang ketika listrik di ruangan tempat pertemuan berlangsung tiba-tiba padam.
Insiden tersebut memicu kegeraman Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, yang menilai hal itu sebagai bentuk ketidakseriusan pihak terkait dalam menghormati jalannya dialog.
Menurut Baihaki, audiensi yang seharusnya menjadi forum penyampaian aspirasi dan kritik malah ternodai dengan insiden yang dianggap mencurigakan. Ia menegaskan bahwa pihaknya datang dengan itikad baik untuk menyuarakan kepentingan masyarakat, bukan untuk dipermainkan.
“Kami ini datang resmi, membawa aspirasi rakyat. Tapi kenapa saat kami bicara malah lampunya mati? Apakah ini kebetulan atau ada unsur kesengajaan? Kami sangat kecewa dan marah,” tegas Baihaki dengan nada geram.
Meski listrik kembali menyala beberapa saat kemudian, suasana audiensi sudah telanjur panas. Pihak AMI menilai peristiwa ini menambah daftar panjang dugaan adanya upaya meredam kritik.
Baihaki menegaskan, AMI tidak akan tinggal diam. Ia memastikan akan terus memperjuangkan hak-hak masyarakat dengan cara yang konstitusional, sekaligus mendesak pihak penyelenggara audiensi memberikan klarifikasi atas insiden tersebut.
Anugrah

