Liputan Jatim Bersatu

Ketum AMI Apresiasi KPK, Desak Kasus KONI Jatim Dibongkar Tuntas

Surabaya – LiputanJatimBersatu,com. Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, memberikan apresiasi atas langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menahan 4 dari 21 tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur.

 

Menurutnya, tindakan tersebut menjadi bukti nyata komitmen KPK dalam menegakkan hukum serta memberantas praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

 

“Kami mengapresiasi kinerja KPK yang sudah melakukan penahanan terhadap 4 tersangka. Namun, kami juga berharap agar 17 tersangka lain yang sejak beberapa bulan lalu sudah ditetapkan status hukumnya segera ditangkap dan ditahan. Jangan sampai penegakan hukum terkesan tebang pilih,” ujar Baihaki dalam keterngannya.

 

Lebih lanjut, Baihaki menegaskan bahwa kasus dana hibah Pemprov Jatim, termasuk aliran anggaran ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, harus diusut secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, baik dari unsur pemerintah maupun swasta.

 

“Kasus hibah ke KONI Jatim ini harus dibuka seterang-terangnya. Kami menduga masih ada keterlibatan kepala dinas, wakil kepala dinas, sekretaris dinas, pejabat struktural, hingga pihak swasta. Semua harus ditelusuri agar publik mengetahui siapa saja yang bermain di balik kasus ini,” tegasnya.

 

Dalam pernyataannya, Baihaki juga meminta agar KPK berani memanggil dan memeriksa sejumlah tokoh penting Jawa Timur yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan kasus dana hibah tersebut. Ia menyebut nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, serta Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti.

 

“Tidak ada yang kebal hukum. Kami meminta KPK segera melakukan pemanggilan, pemeriksaan, bahkan penahanan bila memang ditemukan keterlibatan. Rakyat Jawa Timur menunggu ketegasan lembaga antirasuah ini,” tandas Baihaki.

 

Ia menegaskan, Aliansi Madura Indonesia akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan mendukung penuh langkah KPK agar pemberantasan korupsi di Jawa Timur berjalan transparan serta tidak setengah hati.

More To Explore

Fashion

Tiga Terduga Pelaku Pembunuhan di Pragoto Diduga Masih Bebas Berkeliaran, Kinerja Aparat Dipertanyakan

Surabaya, liputanJatimBersatu.com – Penanganan kasus pembunuhan yang sempat viral di kawasan Pragoto, wilayah hukum Polsek Simokerto, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Hingga kini, informasi mengenai tiga terduga pelaku lain yang disebut belum tertangkap masih menjadi tanda tanya besar. Kasus berdarah yang menghebohkan warga tersebut sebelumnya menjadi perhatian luas publik

Fashion

Ketua Fast Respon Indonesia Center PROV. Jambi : FRIC Siap Garda Terdepan Dukung Polri Wujudkan Sitkamtibmas

Jambi – Liputanjatimbersatu.com. Komitmen Fast Respon Indonesia Center dalam mendukung Polri dalam setiap kegiatan Polri, termasuk mewujudkan situasi Kamtibmas   Ketua DPW FRIC Provinsi Jambi Dody Candra ” FRIC membuktikan komitmen dan solid serta loyalitas dalam mendukung Polri , setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Polda Jambi dan jajaran terus di