Liputan Jatim Bersatu

Ketua FRIC Jambi : SPPG Pengelola MBG Perlu Memperhatikan Beberapa Hal Agar Makanan tidak Terbuang 

FRIC Jambi – LiputanJatimBersatu,com.  Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi Dody Candra selaku pemerhati Makan Bergizi Gratis untuk wilayah Provinsi Jambi menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Pelaksana MBG di Provinsi Jambi. 

 

Ketua FRIC Jambi Dody menyampaikan ” FRIC merupakan wadah ratusan Media se Indonesia yang sangat peduli akan program Presiden Republik Indonesia melalui Program Makan Bergizi Gratis yang di kelola SPPG yang ditunjuk , dan untuk Provinsi Jambi ada 80 SPPG dan khusus kota Jambi terdapat 28 SPPG 

 

Nah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengurus SPPG yakni : 

Menu perhatian yang disukai anak-anak, Preferensi makanan.

Perbedaan preferensi makanan menjadi salah satu penyebab utama anak-anak tidak menghabiskan makanan mereka. Dan yang paling penting perhatikan kebersihan tempat atau dapur dan pengelolaan yang harus higenis 

 

Beberapa menu makanan dalam program MBG kurang disukai anak-anak sehingga membuat mereka tidak menghabiskan makanan tersebut 

 

Meski sehat, menu yang disajikan ini tidak menggugah selera sebagian siswa. Ketidaksesuaian menu dengan selera anak membuat makanan yang disajikan berakhir di tempat sampah. Sehingga imbasnya mubazir , maka perlu di efektifkan dengan Perhatikan menu , bila perlu adanya seminggu sekali atensi dari mereka penerima manfaat agar bersemangat untuk menikmati makan bergizi gratis .

 

dan juga kesegaran makanan , tentunya sebanyak 2000-3000 porsi per hari harus disajikan tentunya bukanlah hal yang mudah dan pengerjaan tentunya lebih awal , yang mengerjakan adanya perubahan tekstur , bau dan warna makanan tersebut , maka hal ini perlu sekali diperhatikan agar tidak menyebabkan basi atau berdampak pada keracunan 

 

Masalah ini terjadi karena makanan disimpan terlalu lama dan tidak sempat disimpan setelah dimasak, karena harus segera didistribusikan ke sekolah-sekolah. Waktu pengiriman yang cukup lama juga mempengaruhi suhu makanan, sehingga kesegarannya menurun.

 

Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memasak 2.000 – 3.000 porsi setiap hari, lalu mendistribusikannya ke beberapa sekolah dalam radius sekitar lima kilometer dari dapur. 

 

Untuk memproduksi makanan dalam skala besar seperti ini, menjaga kebersihan, kualitas, dan konsistensi setiap makanan akan sulit. 

 

dan juga pengelolaan sampah sisa makanan yang terbuang , perlunya pihak penerima manfaat / pihak sekolah untuk inisiatif mengelola sampah sendiri 

 

Saran sebaiknya berkolaborasi dengan jaringan peternak lokal agar sisa makanan bisa dimanfaatkan untuk ternak 

 

Strategi mengurangi sampah makanan

Limbah makanan mengakibatkan dampak lingkungan yang serius. Sampah organik yang tidak terkelola dengan baik akan menghasilkan air lindi (lindi), yaitu limbah cair yang meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber udara di sekitarnya.

 

Sampah makanan yang membusuk di tempat pembuangan juga menghasilkan gas metana (CH₄) yang paling parah menyebabkan pemanasan global.

 

Sekitar 26% dari total emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia berasal dari limbah makanan. Sampah dari MBG tentunya akan menambah jejak emisi yang sudah tinggi ini.

 

Oleh karena itu, perlu adanya strategi pengelolaan sampah makanan yang sistematis untuk mengurangi sampah makanan dari Program MBG.

 

FRIC akan melakukan monitoring terhadap seluruh pelaku pengelola MBG, jika tidak mampu mengikuti SOP dan asal-asal dalam pengelolaan lebih baik meremehkan diri sendiri, FRIC akan menggandeng Dinkes, BPOM, dan BGN guna mencegah rusaknya program mulia Bapak Presiden yang tidak dilaksanakan dengan benar, FRIC selalu mendukung program Presiden Prabowo” tegas Dody

More To Explore

Fashion

GRPP Tuntut Kepala Desa Yanto Mundur dari Jabatan

Bangkalan – LiputanJatimBersatu.com. Gerakan Rakyat Peduli Pesanggrahan (GRPP), yang diketuai oleh Korlap Muafi, mengajukan tuntutan tegas agar Kepala Desa Yanto segera mengundurkan diri dari jabatannya. Tuntutan ini muncul sebagai akumulasi dari berbagai permasalahan yang telah terjadi selama ini dan dianggap mengganggu kesejahteraan serta tata kelola yang baik di desa.  

Fashion

Sidang DPK Oknum Polisi Tanjung Perak Digelar Diam-Diam? Publik Tuntut Keterbukaan

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Proses penegakan disiplin internal kembali menjadi sorotan. Seorang oknum anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang diduga terlibat dalam kasus narkoba berinisial AF, G, berserta satu rekannya dikabarkan tengah menjalani sidang Disiplin Profesi dan Kode Etik (DPK).   Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasi humas Iptu Suroto saat dikonfirmasi awak