Liputan Jatim Bersatu

Polrestabes Surabaya Dinilai Mandul, Tak Berani Amankan Pencurian Kabel Milik PT Telkom Indonesia di Belakang Mako

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Kinerja Polrestabes Surabaya dan Polsek Bubutan menuai sorotan tajam dari publik. Keduanya dinilai mandul dan tidak berani menindak tegas dugaan pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia yang terjadi tepat di belakang Markas Polrestabes Surabaya.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi pencurian tersebut telah terjadi berulang kali. Namun hingga kini, aparat penegak hukum belum mengambil langkah konkret untuk mengamankan para pelaku maupun barang bukti di lokasi kejadian.

 

Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Jawa Timur, Imam Arifin, menilai lemahnya tindakan kepolisian dalam kasus ini menimbulkan tanda tanya besar.

 

“Bagaimana mungkin pencurian bisa terjadi tepat di belakang markas besar kepolisian, tapi tidak ada tindakan nyata? Ini memalukan dan mencoreng wibawa institusi,” ujarnya saat ditemui di Surabaya.

 

Publik pun berharap Kapolda Jawa Timur segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja jajaran Polrestabes Surabaya serta memastikan kasus pencurian aset milik BUMN tersebut diusut tuntas.

 

Sebelumnya, diketahui aksi nekat komplotan pencuri kabel bawah tanah milik PT Telkom Indonesia terjadi di area belakang Polrestabes Surabaya, tepatnya di kawasan Kembangan Makan, pada Rabu dini hari (22/10/2025) sekitar pukul 01.37 WIB.

 

Peristiwa tersebut mengundang keheranan publik lantaran terjadi di kawasan yang seharusnya paling aman dan terpantau kamera pengawas (CCTV). Berdasarkan informasi di lapangan, warga yang melintas pertama kali melihat sejumlah orang tengah menggali tanah dan menarik kabel di area belakang markas kepolisian tersebut.

 

Menurut sumber di lokasi, aksi pencurian kabel Telkom itu diduga dikomandoi oleh dua orang bernama Armed dan Bimo.

 

“Iya, bang. Kemarin malam (Rabu malam) ada galian kabel milik PT Telkom yang dijarah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Di lokasi ada pelaksana bernama Armed dan atasannya, Bimo,” ujar Fuad, salah satu warga yang mengetahui kejadian itu.

 

Fuad juga mengaku sempat dihubungi oleh Armed dan Bimo setelah banyak rekan media mencoba mengonfirmasi peristiwa tersebut.

 

“Cak, sepurone (maaf), banyak media yang nelpon nanyain kegiatan semalam. Mereka semua tahu,” ujar Fuad menirukan pesan dari Armed.

 

Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi LiputanJatimBersatu.com masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak Polrestabes Surabaya maupun Polsek Bubutan terkait dugaan pencurian kabel di belakang markas kepolisian tersebut.

 

Anugrah

More To Explore

Fashion

GRPP Tuntut Kepala Desa Yanto Mundur dari Jabatan

Bangkalan – LiputanJatimBersatu.com. Gerakan Rakyat Peduli Pesanggrahan (GRPP), yang diketuai oleh Korlap Muafi, mengajukan tuntutan tegas agar Kepala Desa Yanto segera mengundurkan diri dari jabatannya. Tuntutan ini muncul sebagai akumulasi dari berbagai permasalahan yang telah terjadi selama ini dan dianggap mengganggu kesejahteraan serta tata kelola yang baik di desa.  

Fashion

Sidang DPK Oknum Polisi Tanjung Perak Digelar Diam-Diam? Publik Tuntut Keterbukaan

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Proses penegakan disiplin internal kembali menjadi sorotan. Seorang oknum anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang diduga terlibat dalam kasus narkoba berinisial AF, G, berserta satu rekannya dikabarkan tengah menjalani sidang Disiplin Profesi dan Kode Etik (DPK).   Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasi humas Iptu Suroto saat dikonfirmasi awak