Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

DUNIA BUKAN HANYA MENDENGARNYA, TAPI MENDENGARKANNYA

Bapak Ir H Joko Widodo Presiden Ke 7 RI berdiri di panggung Bloomberg New Economy Forum–bukan sebagai “tamu pinggiran” seperti yang diteriakkan para pembencinya, tetapi sebagai anggota kehormatan Dewan Penasihat forum itu sendiri. Dan hari ini, ya baru saja, di Singapura– dunia mendengarkannya. Tentu saja Jokowi tak punya logat seperti seorang ‘native speaker’–tapi dengan bahasa Inggris yang tetap jernih–lelaki yang dikuyo-kuyo sebagian manusia toksik di negerinya sendiri itu menceritakan perjalanan sepuluh tahun yang tidak selalu mulus, tetapi selalu menuju satu arah: membangun fondasi bagi 280 juta jiwa.

 

Bapqk Ir H Jokowi berbicara tentang jalan, pelabuhan, bandara, listrik, digitalisasi, regulasi yang berpihak pada inovasi, hingga QRIS yang menyatukan pedagang kecil dengan perusahaan raksasa dalam satu tarikan nafas teknologi. Ia bicara bukan untuk membanggakan dirinya, tetapi untuk menunjukkan bahwa Indonesia punya struktur masa depan–bukan angan-angan.

 

Dan di luar sana, di pojok-pojok komentar yang gelap, pengap dan bau, tempat sebagian manusia toksik yang sebelumnya berbisik sinis:

“Ah, Bapak Jokowi cuma diundang, mana mungkin pidato”………

Hari ini–bukan Bapak Jokowi sendiri–tapi dunia yang menjawab untuknya. Ia memberikan pidato utama di hari yang penting.

 

Kita tahu ada pemimpin yang dihormati karena suaranya keras. Tapi ada pula pemimpin yang dihormati karena kerjanya nyata–dan Bapak Jokowi termasuk yang kedua. Itu sebabnya Bloomberg memilihnya, bukan (mantan) yang lainnya.

 

Kita boleh berbeda pilihan, berbeda selera politik, bahkan berbeda tafsir atas masa depan. Tapi ingat, ada satu hal yang sulit dibantah: Indonesia berdiri lebih tegak hari ini karena seorang lelaki yang memilih bekerja, bukan menghabiskan waktu untuk membalas cacian. Lelaki yang jauh dari sempurna, tapi ia berguna. Pun jauh lebih berguna daripada mereka yang kerjanya hanya mengais kelemahan orang lain untuk merasa lebih tinggi.

 

Hari ini, sekali lagi–dunia bukan hanya mendengar Jokowi–tapi mendengarkannya. Dunia menghormatinya. Dan Indonesia, seharusnya, bangga.

 

Tapi cukuplah kita yang bangga. Tak perlu memaksakan diri agar para manusia toksik ikut bangga, buang waktu. Manusia toksik hatinya sudah rusak, digerogoti racun.

More To Explore

Fashion

Wujud Nyata Kepedulian Polri, Kapolres Sampang Salurkan 120.000 Liter Bantuan Air Bersih ke Ponpes Al-Mubarok Lanbulan Tambelangan

Sampang, LiputanJatimBersatu.com- Kapolres Sampang Polda Jatim, AKBP Anang Hardiyanto, S.IK., melaksanakan kegiatan bhakti sosial dengan membagikan bantuan 120.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan air bersih kali ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, Desa Barorasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Kedatangan rombongan Kapolres Sampang bersama PJU

Fashion

Peringati Hari Santri 2026, Polsek Pujer Salurkan 400 Al-Qur’an ke 20 TPQ dan Musala

Bondowoso, LiputanJatimBersatu.com-Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Polsek Pujer Polres Bondowoso menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan keagamaan melalui penyaluran 400 Al-Qur’an ke 20 lokasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan musala di Kabupaten Bondowoso, Kamis (22/10/2026). Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Pujer IPTU Hendri Maulana, S.H., M.H., bersama jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap para