Liputan Jatim Bersatu

Polsubsektor cargo Polresta bandara soetta gencarkan patroli kawasan pergudangan cargo dalam rangka operasi sikat jaya 2025

TANGERANG – LiputanJatimBersatu,com. Polsubsektor Terminal Cargo Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengimbau karyawan pergudangan cargo bandara soetta untuk menjaga ketertiban umum di lingkungan kerja masing-masing.   “Termasuk bekerja sesuai ketentuan yang berlaku. Kamtibmas kondusif masyarakat produktif,” kata Kapolsubsektor Ipda Feri Susanto saat memantau jajarannya patroli bersama Avsec di area pergudangan, Minggu (30/11).   Feri menambahkan, patroli mobile serta dialogis yang dilaksanakan personelnya tersebut dalam rangka mendukung “Operasi Sikat Jaya 2025” di wilayah Bandara Soetta.   Menurut Feri, operasi sikat jaya telah digelar sejak 24 November dan akan berakhir pada 8 Desember 2025 mendatang, serta bertujuan untuk menciptakan kamtibmas kondusif.   Sasaran operasi sikat jaya 2025 mencakup berbagai kejahatan jalanan, seperti curat, curas, curanmor, premanisme, prostitusi, perjudian, tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan lain-lain.   “Oleh karena itu kami mengajak serta mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan mendukung jalannya operasi sikat jaya 2025,” kata Feri.   Ia berpesan, bila masyarakat melihat atau mengalami gangguan kamtibmas agar segera melaporkan ke petugas kepolisian terdekat, atau menghubungi call center 110 Polresta Bandara Soekarno-Hatta.   Selain itu, Feri juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial serta tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum tentu kebenarannya.   Terakhir, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan layang-layang, drone, di seputaran Bandara Soetta lantaran dapat menggangu proses penerbangan pesawat terbang.   “Sampai saat ini situasi kamtibmas di Terminal Cargo Bandara Soekarno-Hatta dalam keadaan aman kondusif. Arus penumpang pesawat dan kendaraan terpantau ramai lancar,” tandasnya.

Polri Kirim 4.459 Kilogram Logistik pada Hari Kedua untuk Perkuat Penanganan Darurat Bencana di Sumatera Utara

Jakarta – LiputanJatimBersatu,com. Polri kembali mengirimkan bantuan logistik guna memperkuat operasi tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera Utara pada hari Minggu, 30 November 2025. Total 4.459 kilogram perlengkapan diberangkatkan pada hari kedua pengiriman, sebagai lanjutan dari upaya percepatan penanganan di area terdampak.   Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa pengiriman hari kedua ini merupakan bentuk konsistensi Polri dalam mendukung penanganan bencana. “Hari ini adalah pengiriman hari kedua, dan Polri terus memastikan seluruh kebutuhan perlengkapan lapangan terpenuhi agar operasi tanggap darurat berjalan optimal,” ujar Erdi.   Ia menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan pokok dan peralatan operasional kembali dikirim. “Kami mengirimkan Gajahfood 684 kilogram (57 koli), perahu karet 280 kilogram (4 koli), tiang tenda 630 kilogram (14 koli), tenda 316 kilogram (4 koli), serta besi konektor tenda 200 kilogram (4 koli),” jelasnya.   Selain itu, pengiriman juga mencakup perlengkapan hunian sementara. “Sebanyak 15 unit velbed dengan total bobot 450 kilogram turut diberangkatkan untuk mendukung kenyamanan personel di lapangan,” tambahnya.   Erdi menerangkan bahwa perlengkapan teknis turut menjadi prioritas. “Kami menyalurkan MTP-FT 850 kilogram (50 koli), pemanas MTP-FT 75 kilogram (25 koli), genset portabel 129 kilogram (3 koli), serta panel surya 105 kilogram (7 koli),” ujarnya. Selain itu juga dikirim jas hujan 620 kilogram (17 koli), goni 90 kilogram (2 koli), dan lampu penerangan 30 kilogram (3 koli).   Seluruh logistik tersebut telah dikemas dalam puluhan koli agar pendistribusian berjalan cepat dan tepat sasaran. “Kami berharap bantuan pada hari kedua ini dapat segera digunakan di area terdampak dan mempercepat penanganan di titik-titik kritis,” tutupnya.

Polri Siapkan Perangkat Starlink di Lokasi Bencana, Warga Akhirnya Bisa Terhubung Kembali dengan Keluarga

Aceh – LiputanJatimBersatu,com. Setelah empat hingga lima hari terputus dari jaringan komunikasi akibat bencana, masyarakat di wilayah terdampak akhirnya dapat kembali menghubungi keluarga mereka. Polri melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan akses komunikasi darurat dapat dipulihkan secepat mungkin.   Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, Mabes Polri telah mengirimkan total 8 perangkat Starlink ke wilayah terdampak bencana dengan rincian yaitu 2 unit di Aceh, 4 unit di Sumatera Utara dan 2 unit di Sumatera Barat.   Salah satu unit di Aceh telah dioperasikan oleh Tim Bid TIK Polda Aceh yang dipimpin Ipda Edi Amran bersama dua personel lainnya di Desa Tingkem, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun. Mereka memasang dan mengaktifkan akses WiFi Starlink, yang langsung dimanfaatkan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka yang sebelumnya tidak dapat dihubungi selama beberapa hari.   “Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah bisa menghubungi keluarganya setelah empat hari tidak ada sinyal. Mereka sangat antusias memanfaatkan akses WiFi yang kita pasang,” ujar Ipda Edi Amran dari lokasi bencana.   Kehadiran layanan komunikasi ini disambut haru dan rasa syukur oleh para pengungsi. Salah satu warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menyampaikan langsung testimoninya:   “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada pihak Polri yang sudah menyediakan WiFi kepada kami warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen Aceh yang sedang mengungsi. Saya bisa menelpon seluruh keluarga saya yang beberapa hari tidak bisa dihubungi. Alhamdulillah hari ini saya sudah terkoneksi dengan keluarga kami di luar. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Polri. Semoga Polri semakin sukses ke depan. Terima kasih.”   Langkah cepat Polri dalam memulihkan konektivitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan kemanusiaan yang krusial, membantu masyarakat tetap terhubung dengan keluarga dan mendapatkan informasi penting selama masa tanggap darurat. Akses WiFi Starlink ini akan terus dioperasikan hingga kondisi komunikasi di wilayah terdampak kembali pulih.

FH UNISSULA LAUNCHING PUSAT STUDI KEPOLISIAN, WAKAPOLRI: DORONG RISET STRATEGIS DAN RUJUKAN KEBIJAKAN NASIONAL

Semarang, 29 November 2025 — LiputanJatimBersatu,com. Polri meresmikan Pusat Studi Kepolisian Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang sebagai ruang kolaborasi strategis bagi pengembangan ilmu kepolisian berbasis riset akademik. Peresmian yang disaksikan Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., secara daring serta dihadiri langsung Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Chrysnanda Dwilaksana ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas keilmuan Polri dan melahirkan pemikiran akademik untuk kebijakan publik di masa mendatang.   Wakapolri menegaskan bahwa Polri membutuhkan kolaborasi serius dengan perguruan tinggi guna memperkuat fondasi kebijakan keamanan nasional yang berbasis data. Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H. menegaskan bahwa pusat studi ini merupakan komitmen Unissula untuk hadir sebagai mitra strategis Polri dalam memperkuat kualitas keamanan negara. “Jika kepolisian suatu negara lemah maka negara itu akan mudah rapuh, tetapi jika kepolisiannya kuat maka negaranya akan berdiri tegar,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami ingin pusat studi ini tidak hanya menghasilkan kajian, tetapi melahirkan polisi yang dicintai rakyatnya — polisi yang bekerja dengan ilmu, empati, dan keberpihakan pada keadilan substantif.”   Wakapolri dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama akademik merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas kebijakan Polri. “Kolaboratif Polri dengan akademisi merupakan investasi strategis bagi kualitas kebijakan di masa depan. Dengan dibukanya Pusat Studi Kepolisian FH Unissula, saya berharap lahir riset nasional yang kuat, meliputi keamanan pangan, perkembangan sosial, hingga rekomendasi kebijakan Polri yang adaptif terhadap tantangan zaman,” tegasnya. Ia mencontohkan model kemitraan serupa yang berhasil diterapkan di Inggris, Australia, dan Selandia Baru melalui pendekatan evidence-based policing yang terbukti meningkatkan kepercayaan publik.   Pusat Studi Kepolisian FH Unissula diproyeksikan menjadi simpul dialog intelektual dan pusat kajian strategis dalam memperkuat keamanan publik. Sejumlah pakar akan terlibat dalam penelitian kebijakan, pelatihan kepolisian, serta pengembangan literasi ketahanan pangan. Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Chrysnanda Dwilaksana berharap pusat studi ini menjadi pemantik kemajuan. “Semoga pusat studi ini menyemangati Polri dalam bekerja dan memperluas tradisi riset yang mendukung keamanan masyarakat,” ucapnya.   Wakapolri juga menegaskan bahwa Polri terus memperkuat landasan akademik kelembagaan melalui sembilan pusat studi baru termasuk siber, anti korupsi, masyarakat, hingga lalu lintas. Polri juga mendorong pelaksanaan Asta Cita pemerintah melalui penegakan hukum judi online dan narkoba, termasuk pemusnahan barang bukti terbesar sepanjang sejarah sebesar 214,8 ton (Rp 29,37 triliun). Selain itu, Polri mendukung ketahanan pangan nasional dengan produksi 2,5 juta ton komoditas pada 624 ribu hektare lahan serta memperluas program makanan bergizi melalui pembangunan 1.084 SPPG di seluruh Indonesia.   Dengan diresmikannya Pusat Studi Kepolisian FH Unissula, Polri optimis bahwa integrasi sains akademik dan pengalaman lapangan akan melahirkan model kepolisian yang adaptif, humanis, dan berbasis riset. Polri percaya pusat studi ini akan berkembang sebagai Center of Excellence sekaligus mitra permanen dalam penguatan kebijakan keamanan nasional serta mewujudkan kepolisian yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

Polemik Pemindahan RPH Pegirian ke TOW Kian Memanas, Para Jagal Geruduk DPRD Surabaya

Surabaya, LiputanJatimBersatu,com. Polemik rencana pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke RPH Tambak Oso Wilangon (TOW) terus menuai kontroversi. Penolakan keras datang dari para jagal, tokoh masyarakat, serta warga Pegirian yang menegaskan tidak bersedia dipindahkan dari lokasi yang sudah puluhan tahun menjadi pusat pemotongan hewan di Kota Surabaya.   Para jagal bahkan menggandeng kuasa hukum Nor Cholis, SH., MH., dan Dr. Amatus Sudin, SH., MH., serta membawa persoalan ini ke DPRD Kota Surabaya. Mereka meminta dilakukan audiensi atau hearing bersama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Hearing tersebut diakomodasi oleh Komisi B DPRD Surabaya dan dijadwalkan pada 24 September 2025.   Wali Kota Dua Kali Mangkir, Hearing Dinilai Tak Hasilkan Solusi   Sayangnya, pada audiensi pertama, Wali Kota Eri Cahyadi tidak hadir. Hanya tampak Dirut PD RPH, Kabag Hukum dan Kerja Sama, serta Kabag Perekonomian dan SDA.   Ketidakhadiran Wali Kota tersebut membuat audiensi tidak menghasilkan solusi konkret. Ketua Komisi B, Faridz Afif, akhirnya memutuskan untuk mengadakan rapat ulang di lokasi RPH Surabaya pada 19 November 2025.   Namun, lagi-lagi Wali Kota Surabaya tidak hadir.   Sikap tersebut disesalkan banyak pihak, karena dinilai meremehkan para anggota dewan serta para jagal yang datang untuk mencari kepastian nasib mereka.   Komisi B Minta RPH Kedurus yang Dipindah, Bukan Pegirian   Anggota Komisi B DPRD Surabaya, H. Syaiful Bahri, secara tegas menyatakan bahwa lokasi yang layak dipindahkan adalah RPH Kedurus, bukan RPH Pegirian.   Menurutnya, RPH Pegirian merupakan ikon pemotongan hewan di Kota Pahlawan dan tidak memiliki persoalan pencemaran lingkungan.   “Saya menginginkan yang dipindah itu RPH Kedurus. Untuk sementara RPH Pegirian tetap di Pegirian,” ujar H. Syaiful Bahri, Rabu (19/11).   Syaiful tidak menampik bahwa RPH TOW lebih modern, namun ia menilai fasilitasnya belum optimal. Sejumlah bangunan disebut mengalami kerusakan meski belum lama dibangun.   “Kapasitas TOW kurang. Kandangnya kurang, spesifikasi bangunan banyak yang sudah pecah sebelum digunakan,” jelasnya.   Ia menegaskan bahwa RPH Kedurus lebih tepat untuk dipindahkan karena memiliki persoalan limbah, sementara RPH Pegirian dinilai masih layak beroperasi.   “Yang di Kedurus itu memang sudah tidak layak. Sering terjadi pencemaran limbah. Kalau di Pegirian tidak ada,” tegasnya.   Kuasa Hukum Jagal: Wali Kota Terlihat Angkuh dan Tidak Aspiratif   Sementara itu, kuasa hukum para jagal, Nor Cholis, SH., MH, menyayangkan sikap Wali Kota Surabaya yang dua kali tidak hadir dalam hearing penting terkait nasib ratusan pekerja.   Menurutnya, kehadiran Wali Kota sangat dinantikan karena keputusan pemindahan RPH menyangkut hajat hidup orang banyak.   “Sikap sombong dan angkuh memang tabiat manusia jika sudah jadi pemimpin. Keangkuhan itu sulit dihilangkan,” ucapnya.   Ia menegaskan, pemimpin yang baik harus hadir di tengah masyarakat ketika diperlukan, bukan justru mengambil keputusan besar tanpa musyawarah.   “Jiwa pemimpin pro rakyat hanya ada pada jiwa yang ikhlas. Bukan yang mengambil keputusan adigang-adigung tanpa mendengar pihak terkait,” tambahnya.   H. Julianto

Kapolri Hadiri Jalan Santai PWI, Tekankan Pentingnya Sinergi dengan Pers

Banten – LiputanJatimBersatu,com. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara jalan santai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Kick Off menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Alun-Alun Kota Serang, Banten, Minggu, 30 November 2025.   Dalam kesempatan tersebut, Sigit menekankan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi antara Polri dan insan Pers. Di antaranya adalah sama-sama memerangi penyebaran informasi palsu atau hoaks yang merugikan masyarakat luas.   “Kolaborasi dan sinergitas pers dengan stakeholder terkait dengan tetap menjaga independensi. Kita sedang menghadapi era di mana penggunaan teknologi, masyarakat bisa menjadi pembuat berita yang isinya perlu diverifikasi,” kata Sigit.   Sigit memastikan, kehadiran Pers di ruang publik menjadi sangat penting untuk bisa memberikan informasi yang terpercaya. Media, kata Sigit bisa menyampaikan kebenaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat.   “Kita memasuki era post truth belum tentu isinya benar tapi dianggap kebenaran. Pers bisa memberikan masukan agar masyarakat dapat informssi yang benar,” ujar Sigit.   Lebih dalam, Sigit menegaskan bahwa, Polri terus berkomitmen untuk memberikan keamanan kepada seluruh awak media yang melaksanakan tugas. Sehingga semya wartawan dapat mendapatkan rasa aman ketika melakukan peliputan berita.   Di sisi lain, Sigit tak lupa menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.   “Polri, TNI, pemerintah terus mengirimkan bantuan termasuk pakaian, alat komunikasi. Termasuk kami menyiagakan personel dan peralatan untuk evakuasi bencana, mengamankan jalur distribusi. Kami dapat informasi beberapa personel sudah bisa masuk memberikan bantuan logistik,” papar Sigit.   Dalam hal ini, diperlukan sinergisitas dan partisipasi seluruh pihak untuk bergerak membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Polri bersama stakeholder lainnya terus berkomitmen di garis terdepan untuk warga khususnya korban.

Polda Riau Kirim 6 Truk Bantuan, 290 Personel & 36 Psikolog ke Aceh–Sumut–Sumbar Solidaritas Tanpa Batas: Bantuan Logistik Besar + Trauma Healing + SAR K-9 & Drone

Pekanbaru, 30 November 2025 — LiputanJatimBersatu,com. Polda Riau secara resmi memberangkatkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar untuk wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kegiatan pelepasan dipusatkan di Mapolda Riau, dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Jossy Kusumo, Irwasda, Pejabat Utama Polda Riau, Ketua & Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Riau, jajaran pengurus Bhayangkari serta personel Polda Riau.   Polda Riau mengerahkan 9 kendaraan, terdiri dari 6 truk logistik (2 truk untuk Aceh, 2 untuk Sumatera Utara, dan 2 untuk Sumatera Barat) serta 3 mobil Patwal Ditlantas dengan pengamanan Brimob dan Propam. Armada ini membawa bantuan pengungsi dalam jumlah besar berupa beras 4 ton, mie instan 900 dus, Pop Mie 300 dus, sarden 120 dus, air mineral 420 dus, kue kaleng 420 dus, biskuit 300 dus, susu kental manis 120 dus, gula 120 dus, teh 60 pax, kopi 60 pax, selimut 1.450 pcs, susu bayi 120 dus, pampers 180 pcs, pembalut wanita 180 pcs, kontainer box 150 unit, serta pakaian layak pakai 68 koli. Bantuan ini merupakan hasil sinergi Polda Riau dan Bhayangkari sebagai wujud respon cepat atas kebutuhan warga.   Selain pengiriman logistik, Polda Riau juga telah mengerahkan 290 personel BKO sejak 29 November 2025 untuk memperkuat penanganan darurat di Sumatera Barat. Personel terdiri dari Samapta, Brimob, Satpolairud, serta unit pendukung lainnya dan dilengkapi drone SAR untuk pemetaan longsor, tim K-9 pelacak untuk pencarian tertimbun serta dapur lapangan yang telah lebih dahulu beroperasi. Fokus utama diarahkan pada lokasi terdampak berat, termasuk Kabupaten Agam dengan estimasi ±200 warga tertimbun longsor berdasarkan laporan terbaru.   Untuk pemulihan psikologis penyintas, Polda Riau juga menurunkan 36 psikolog, terdiri dari 6 psikolog Polri yang sudah bertugas dan ±30 psikolog dari berbagai perguruan tinggi di Riau yang akan memperluas cakupan trauma healing di tiga provinsi sasaran. Pendampingan difokuskan pada pemulihan trauma anak-anak dan perempuan penyintas, stabilitas mental petugas lapangan, hingga program penyembuhan sosial pascabencana.   Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata solidaritas kebangsaan.   “Kita merasakan duka saudara-saudara kita di Aceh, Sumut dan Sumbar. Kita adalah satu keluarga besar bangsa Indonesia — dan kemanusiaan melampaui batas yurisdiksi,” tegasnya. Beliau juga memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke pengungsi dan bukan sekadar dilepas. “Tidak perlu membedakan mana Riau atau Sumbar. Dalam kemanusiaan, kita bergerak bersama,” lanjutnya. Kapolda turut menyampaikan duka atas gugurnya dua personel Polri di Sumbar dan memastikan seluruh armada dikawal hingga titik distribusi akhir. “Saudara-saudara kita tidak sendiri. Kita hadir untuk memperkuat, memulihkan, dan memastikan mereka bangkit kembali,” tutupnya.   Dengan pengiriman 6 truk logistik dalam 9 kendaraan operasi, 290 personel BKO SAR, kekuatan K-9 & drone serta 36 psikolog, Polri melalui Polda Riau memastikan bahwa bantuan tidak hanya dikirim — tetapi mengalir sampai korban pulih sepenuhnya, fisik maupun batin.

Subuhan Kapolda Jabar dan Silaturahmi Bersama Toga dan Tomas Kota Tasikmalaya

Jawa Barat – LiputanJatimBersatu,com. Bertempat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jl. Masjid Agung No. 01 Kelurahan Yudanagara, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, telah berlangsung kegiatan Subuhan Kapolda Jabar Sekaligus Silaturahmi Bersama Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) Kota Tasikmalaya. Minggu (30/11/2025).   Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH. Aminuddin Bustomi, M.Ag, selaku penanggung jawab kegiatan. Acara dihadiri oleh sekitar 50 tokoh agama dan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kota Tasikmalaya.   Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolda Jabar IRJEN Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kabid Propam Polda Jabar Kombes Pol Adiijaya, S.I.K., Dir Intelkam Polda Jabar Kombes Pol Sukendar Eka Ristyan Putra, S.I.K., M.Si., Sekda Kota Tasikmalaya Drs. H. Asep Goparulloh, M.Pd, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh Faruk Rozi, S.I.K., M.Si., Kapolres Tasikmalaya AKBP Haris Dinzah, S.H., S.I.K., M.H., para pejabat utama Polres Tasikmalaya Kota, serta para pimpinan pesantren, ketua organisasi Islam, tokoh masyarakat, dan unsur ormas Islam lainnya.   Dalam pembukaan, KH. Nono Nurul Hidayat, Ketua FPP Kota Tasikmalaya, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan pesantren, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan bersilaturahmi bersama Kapolda Jabar di tempat yang penuh keberkahan ini.   Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar, Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan, memberikan sambutan yang penuh kehangatan dan kedekatan. Beliau menyampaikan bahwa kehadirannya di Kota Tasikmalaya sejak hari sebelumnya merupakan bagian dari kegiatan kedinasan sekaligus upaya mempererat hubungan dengan para ulama dan tokoh masyarakat.   Lebih lanjut, Kapolda Jabar menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat.   “Saya ingin kita bisa ngobrol, berdiskusi tentang Polisi maupun tentang Polres, karena institusi kami adalah institusi yang tidak sempurna dan masih banyak kekurangan dalam menjalankan tugas. Dengan keberagaman dan kemajemukan agama di Indonesia, saya titip agar kita selalu menjaga toleransi dan jangan pernah menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.” ujar Kapolda Jabar.   Kapolda Jabar juga meminta komitmen bersama Sekda, Kapolres, serta seluruh tokoh masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas di Kota Tasikmalaya agar tetap aman dan kondusif.   Sementara itu, Ust. Maman Suratman, Pimpinan Ponpes Ihya Assunah, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polres Tasikmalaya Kota di bawah kepemimpinan Kapolres saat ini.   “Masa-masa keemasan Polres Tasikmalaya Kota ada pada kepemimpinan Kapolres sekarang. Kami berharap apabila suatu saat terjadi regenerasi atau pergantian kepemimpinan, roh dan semangatnya dapat tetap mendekati kepemimpinan beliau yang sekarang.” ujarnya   Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah antara Kapolda Jabar, jajaran kepolisian, para tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Suasana berlangsung penuh keakraban, khidmat, dan kebersamaan. Secara umum, kegiatan berjalan aman, lancar, tertib, dan kondusif hingga selesai.   Bandung, 30 November 2025   Dikeluarkan oleh Bidhumas Polda Jabar

GMPS Apresiasi Kunjungan Kapolda Jabar ke Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya

Jabar – LiputanJatimBersatu,com. Generasi Muda Pontren Suryalaya (GMPS) memberikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Jawa Barat IRJEN Pol. Dr. RUDI SETIAWAN, S.I.K., S.H., M.H. ke Pondok Pesantren Suryalaya yang berlokasi di Kp. Godebag RT 01 RW 02, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/11/25).   Kunjungan dalam rangka Silaturahmi Kamtibmas tersebut turut didampingi pejabat utama Polda Jawa Barat, di antaranya Karo SDM Polda Jabar, Kabid Propam Polda Jabar, Dir Intelkam Polda Jabar, serta Kapolres Tasikmalaya Kota dan Kapolres Tasikmalaya bersama jajaran Pejabat Utama Polres Tasikmalaya Kota.   Rombongan Kapolda Jabar diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya, KH. Akhmad Masykur Firdaus Arifin, yang menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran Kapolda beserta jajaran. Menurutnya, kedatangan pimpinan kepolisian tertinggi di Jawa Barat tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus penguatan hubungan silaturahmi antara institusi kepolisian dan pesantren.   Sementara itu, Penasehat GMPS, H. Sufi Halwani, turut menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Kapolda Jabar menjadi bukti nyata adanya sinergitas antara Polri dan pesantren dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.   “Terima kasih atas kunjungan Bapak Kapolda sebagai bentuk sinergitas Polri dan pesantren untuk bersama menjaga kamtibmas di Tasikmalaya,” ungkapnya.   GMPS memandang bahwa pesantren sebagai basis pendidikan moral memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat, sementara Polri sebagai penjaga keamanan negara memerlukan dukungan dari lembaga keagamaan agar situasi tetap kondusif dan harmonis.   Diharapkan melalui kegiatan Silaturahmi Kamtibmas ini, GMPS berharap terjalin hubungan kolaboratif yang lebih kuat antara Polda Jawa Barat dengan kalangan pesantren, sehingga tercipta stabilitas keamanan yang harmonis serta sinergi dalam membina masyarakat menuju kehidupan yang damai, berakhlak, dan berkemajuan.   Bandung 30 Nopember 2025   Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Kapolda Jabar Silaturahmi dan Ziarah ke Ponpes Suryalaya, Perkuat Sinergi Ulama–Polri

KKapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh. Faruk SH, S.I.K., M.Si., Kapolres Tasikmalaya AKBP Haris Dinzah SH, S.I.K., M.H., Wakapolres Tasikmalaya Kota Kompol Wahyu, Kapolsek Pagerageung, serta para pejabat utama Polres Tasikmalaya Kota, melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Pondok Pesantren Suryalaya pada Sabtu (29/11/2025) malam.   Kedatangan Kapolda Jabar beserta rombongan disambut hangat oleh pengurus Pondok Pesantren Suryalaya, termasuk Bapak Cepi, cucu dari Alm. Abah Anom.   Kegiatan dimulai dengan silaturahmi bersama pengurus pondok yang berlangsung penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menyampaikan pentingnya sinergi antara ulama dan Polri dalam menjaga kondusivitas serta membangun keamanan masyarakat yang harmonis.   Usai silaturahmi, rombongan melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan ziarah di lingkungan Ponpes Suryalaya sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan tokoh besar pesantren tersebut.   “Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan menjalin hubungan baik antara kepolisian dan tokoh-tokoh keagamaan, khususnya di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.” tutup Kapolda Jabar, Minggu (30/11/2025)   Bandung 30 Nopember 2025   Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar