Liputan Jatim Bersatu

Jelang Nataru Polres Jember Gelar Razia Tempat Hiburan Malam

JEMBER – LiputanJatimBersatu,com. Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Jember Polda Jatim meningkatkan langkah preventif dengan menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam, mulai Jumat malam (12/12).

 

“Kegiatan itu kami laksanakan untuk mengantisipasi peredaran narkoba serta mencegah potensi gangguan kamtibmas,” Kasat Reserse Narkoba Polres Jember, Iptu Bagus Dwi Setyawan, Senin (15/12).

 

Razia gabungan tersebut kata Iptu Bagus Dwi Setyawan, menyasar sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Jember.

 

Di lokasi itu, dengan tetap mengedepankan sikap humanis, petugas melakukan pemeriksaan badan, barang bawaan, serta tes urine terhadap pengunjung dan karyawan.

 

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan narkoba maupun senjata tajam. Hasil tes urine terhadap pengunjung dan karyawan juga seluruhnya negatif,” tegasnya.

 

Polres Jember Polda Jatim memastikan kegiatan razia dan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin selama momentum Nataru, guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember.

More To Explore

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada

Fashion

Diduga Dipersulit, Keluarga Pasien Pertanyakan Transparansi RSIA Puri Bunda Madura dalam Pemberian Rekam Medis

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – RSIA Puri Bunda Pamekasan Madura menuai sorotan setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan memperoleh salinan rekam medis, meski seluruh persyaratan yang diminta pihak rumah sakit disebut telah dipenuhi. Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan serta komitmen rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien. Persoalan semakin mengemuka