Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

RSUD Dr Soetomo Memilih Bungkam Atas Dugaan Skandal Mega Korupsi Temuan BPK

Surabaya –  LiputanJatimBersatu,com.

RSUD Dr Soetomo Surabaya, milik Pemerintah Daerah (Pemda) telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Oleh Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur ( APMP) atas dugaan korupsi dengan nominal 297 miliar.

 

Laporan ini terkait dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun anggaran 2015-2016 dan 2020, 2023 dan 2024.

 

Temuan BPK menunjukkan adanya beberapa masalah, antara lain honorarium yang tidak sesuai aturan untuk Dewan Pengawas dan Pegawai Tidak Tetap, pajak negara yang tidak dipungut secara optimal, sehingga terjadi kekurangan PPH Pasal 23, serta kerjasama operasional yang bermasalah, seperti CT scan yang tidak sesuai ketentuan dan kurang bayar dan banyak lainnya.

 

Selain itu, BPK juga menemukan masalah pada proyek dan pemeliharaan, seperti gedung yang tidak dimanfaatkan dan pembangunan yang tidak memadai. Pengadaan juga tidak efisien, seperti pembayaran ganda untuk alat kesehatan, kekurangan volume, dan harga yang kemahalan.

 

Saat dikonfirmasi oleh media online pada Selasa (23/12/2025), Humas RS Dr Soetomo, yang berinisial H, selaku Staf Humas hanya mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu perintah atasan.

 

Awak media tidak dapat bertemu dengan pejabat yang lebih tinggi, sehingga tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, di Duga Humas selaku perwakilan rumah sakit alergi temui Awak Media.

 

#morogus68/isw

More To Explore

Fashion

Imam Arifin Sentil Keras Kapolsek Krembangan: Jangan Antial kritik, Jabatan Bukan Tempat Berlindung dari Pertanyaan Publik!

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com- Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Jawa Timur, Imam Arifin, melontarkan kritik keras terhadap persoalan pelayanan dan keterbukaan informasi yang menjadi sorotan di wilayah hukum Polsek Krembangan, Surabaya. Persoalan dugaan pemblokiran nomor wartawan saat melakukan konfirmasi terkait dugaan pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia yang berada di

Fashion

Imam Arifin Tantang Bantahan Kapolsek soal Laporan 110: Saya Sendiri yang Menghubungi, Mengapa Dibantah?

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com- Bantahan Kapolsek yang menyebut tidak ada pihak menghubungi layanan darurat kepolisian 110 menuai tanggapan dari Imam Arifin, Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Jawa Timur sekaligus Pimpinan Redaksi LiputanJatimBersatu. Imam secara tegas menyatakan bahwa dirinya telah tiga kali menghubungi layanan 110 untuk melaporkan dugaan pencurian kabel milik