Tanggerang – Liputanjatimbersatu.com. Sempat menuai banyak sorotan, aksi gotong royong bangun jalan secara swadaya oleh warga kampung Patrasana Kecamatan Kresek dinilai jadi tamparan keras bagi Pemerintahan Kabupaten Tangerang dibawah kepemimpinan Drs. H Maesyal Rasyid yang di sebut sebut oleh berbagai kalangan memiliki pendapatan tertinggi Se-banten. Jum’at (27/03)
Dalam beberapa dokumen rekaman audio visual gambar yang diterima oleh awak media ini, nampak terlihat beberapa warga tengah menyusun puluhan bata ringan di atas permukaan badan jalan. Dengan bermodalkan keinginan, kekompakan dan alat seadanya, tak mengendurkan semangat seluruh warga untuk melakukan penataan dan memperbaiki jalan lingkungan nya agar tetap bisa dilalui paska turunnya curah hujan.
Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, ketika dikonfirmasi oleh awak media ini melalui sambungan via WhatsApp menjelaskan, bahwa ketika datang nya musim penghujan, kondisi jalan tersebut nampak becek dan licin sehingga sulit untuk di akses, sehingga beberapa warga lantas berinisiatif untuk melakukan gotong royong untuk membangun dan memperbaiki jalan tersebut.
Lebih lanjut Warga pun menuturkan bahwa sebelumnya kondisi jalan tersebut merupakan lokasi yang sering terkena dampak banjir dan sudah sempat beberapa kali diusulkan oleh warga melalui perangkat Desa terkait agar dapat segera dilakukan pembangunan. Namun hingga jalan lingkungan tersebut diperbaiki oleh warga melalui swadaya masyarakat, pihak pemerintah terkait tak kunjungan merealisasikan pembangunan jalan lingkungan tersebut.
“Kita lagi bangun jalan nie ketua, secara swadaya masyarakat, coba tolong di ekspos nie. Harap warga.
Ditempat terpisah Kepala Desa Patrasana, Sobri, yang coba di hubungi oleh awak media ini, menjelaskan bahwa dirinya turut memantau dan berkomunikasi langsung dengan perangkat Rt dan Tweet untuk terlibat dan membantu segala kebutuhan logistik berupa sarana angkut dan kebutuhan lainnya.
Kepala Desa pun menuturkan bahwa, jalan tersebut sebelum nya sudah masuk dalam ploting pembangunan Desa, namun dikarnakan terdapat nya program Koperasi Merah Putih yang di usung oleh Pemerintah Pusat, dan guna mendukung program tersebut, pihaknya harus mengalihkan sebagian anggaran Desa untuk beberapa pembangunan Jalan diwilayah nya.
“Saya juga sebagai Kepala Desa sudah secara langsung memberikan kontribusi dan mengarahkan kepada jajaran dibawah untuk membantu dan menyediakan fasilitas pendukung dalam gotong royong warga tersebut. Secara keseluruhan jalan tersebut sebelumnya sudah masuk dalam proyeksi pembangunan Pemerintahan Desa Kami, namun karena ada beberapa hal yang berkaitan dengan adanya program dari pemerintah Pusat dalam hal ini Koperasi Merah Putih, dari beberapa target pembangunan yang ada hanya beberapa saja yang dapat direalisasikan. Tutur Kades
Perlu diketahui bahwa lokasi yang dibangun melalui swadaya masyarakat tersebut berlokasi di wilayah Kp. Asemuda Rt.13/05
Ds. Patrasana. Kec. Kresek
Kabupaten Tangerang,Banten.
Sementara itu, Bupati Tangerang, Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid yang coba dikonfirmasi dan dimintai tanggapan melalui sambungan Via Whatsapp nya, hingga kini belum memberikan tanggapan apapun mengenai hal tersebut.
Ditengah besarnya nya pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang yang disebut sebut merupakan tertinggi Se-banten, dan besarnya alokasi Dana Desa yang sudah dikucurkan oleh Pemerintah Pusat, hal seperti ini tentunya merupakan sebuah tamparan moral yang sangat memprihatinkan. Masyarakat tentunya berhak memperoleh akses jalan lingkungan yang mempuni dan fasilitas umum yang memadai, tanpa alasan dan teori yang terasa menyakinkan namun tak nampak sesuai harapan.
Masyarakat kini tentunya berharap, agar Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa lebih memprioritaskan pembangunan jalan dan segala fasilitas pendukung masyarakat di perdesaan tanpa hanya mengandalkan Alokasi Dana Desa yang tentunya memiliki banyak keterbatasan. (Nurdin)

