FRIC-Jambi||Liputanjatimbersatu.com.
Peringatan Hari Butuh Internasional atau dikenal dengan istilah MayDay berjalan sangat humanis dan kondusif pada tanggal 1 Mei 2026 .
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi Dody Candra mewakili Ketum FRIC H. Dian Surahman memberikan apresiasi kepada Kapolri dan Kapolda di Seluruh Indonesia , terkhusus kepada Polda Jambi jajaran dibawah komando Irjen Pol Krisno H Siregar SIK MH dan para PJU serta Kapolres jajaran Polda Jambi
Dalam pantauan Fast Respon Indonesia Center pelaksanaan peringatan MayDay aman dan kondusif
Polri melakukan sinergi dan pendekatan yang sangat humanis , penuh empati dan kekeluargaan , Polri , TNI dan para Serikat buruh berbaur penuh suka cita dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 Dibawah komando kapolri seluruh Kapolda berhasil mengawal jalannya peringatan MayDay 2026 khususnya Kapolda Jambi
Langkah langkah yang dilakukan Polri luar biasa yakni May Day 2036 Aman dan Kondusif,
Untuk mewujudkan May Day atau Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 yang aman dan kondusif, Polri biasanya menerapkan strategi preemtif, preventif, dan represif humanis. Ini poin kuncinya:
Tujuan Pengamanan May Day
Menjamin hak menyampaikan pendapat: Buruh boleh aksi, itu dijamin UUD 1945 Pasal 28 dan UU No.9 Tahun 1998.
Menjaga ketertiban umum: Aksi tidak mengganggu aktivitas masyarakat, distribusi logistik, dan objek vital nasional.
Cegah penyusup, Antisipasi kelompok yang menunggangi isu buruh untuk buat rusuh.
Strategi Wawasan Kebangsaan dalam Pengamanan dilakukan dialog sebelum aksi: Intel dan Binmas rangkul serikat buruh, tokoh masyarakat, disnaker. Sepakati rute, titik orasi, waktu selesai. Ini wujud Sila 4: musyawarah mufakat.
Pemetaan potensi konflik: Identifikasi daerah rawan gesekan buruh vs aparat, buruh vs preman, atau antar serikat. Wawasan kebangsaan bikin kita netral, tidak berpihak.
Narasi persatuan. Saat apel kesiapan, tekankan ke anggota bahwa buruh juga rakyat yang kita layani. Kita bukan lawan mereka.
Implementasi Moral Pancasila di Lapangan ditetapkan sesuai
Sila 2 – Kemanusiaan, SOP pengamanan pakai 3S: Senyum, Sapa, Salam. Hindari tindakan berlebihan. Gas air mata dan water canon opsi terakhir.
Sila 3 – Persatuan, Jangan biarkan isu SARA masuk. Bubarkan cepat jika ada provokator teriak ujaran kebencian.
Sila 5 – Keadilan: Tindak tegas pelaku anarkis, tapi juga lindungi peserta aksi damai. Jangan pukul rata.
Langkah Teknis untuk 2026
Teknologi Pakai bodycam, drone monitoring, dan face recognition untuk deteksi dini penyusup. Tapi tetap jaga privasi.
Pola pengamanan zona Ring 1 di objek vital, Ring 2 di jalur massa, Ring 3 di kantong massa. Personel tidak bawa peluru tajam kecuali di objek vital tertentu.
Komunikasi publik Humas update real-time medsos agar tidak muncul hoax. Ajak buruh juga live-kan aksi damai mereka.
Indikator Sukses Tidak ada korban jiwa dari buruh maupun anggota.
Aksi selesai tepat waktu sesuai kesepakatan.
Arus lalu lintas tetap bergerak, ekonomi tidak lumpuh.
Citra Polri positif di media karena humanis dan profesional.
May Day kondusif bukan berarti sepi. Justru ketika buruh bebas menyuarakan aspirasi tanpa takut, dan masyarakat lain tetap merasa aman, itu bukti wawasan kebangsaan dan moral Pancasila jalan di tubuh Polri” ungkap Dody (03/05/2026)

