Liputan Jatim Bersatu

Situasi di ruang sidang kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu dengan terdakwa Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan memang sangat mencekam.

Surabaya – Liputanjatimbersatu.com. Teriakan masyarakat “jangan bela yang salah” bukan sekadar bisingnya ruang sidang, melainkan manifestasi dari kemarahan kolektif atas hilangnya nyawa satu keluarga secara tragis, dinamika di balik teriakan karena kekejaman kasus yang melibatkan hilangnya nyawa seseorang dengan sadis, Masyarakat merasa bahwa pembelaan yang terlalu gigih terhadap terdakwa adalah bentuk ketidakadilan bagi keluarga korban yang sudah tidak bisa bersuara lagi.rabu, 06/05/26.

 

Tekanan Psikologis terhadap Penasihat Hukum , Masyarakat sering kali sulit menerima ketika pengacara mencoba membela pelaku melalui argumen-argumen hukum, Teriakan tersebut ditujukan agar

Pengacara tidak memutarbalikkan fakta demi meringankan hukuman bahkan meloloskan vonis.

 

Hakim melihat bahwa ada keresahan sosial yang luar biasa jika vonis tidak dijatuhkan secara maksimal , maka dari itu pentingnya

Fungsi Kontrol Sosial dalam sosiologi hukum, kehadiran warga di persidangan berfungsi sebagai “Watchdog” (pengawas).

 

Mereka ingin memastikan Tidak ada “main mata” antara pihak terdakwa dengan aparat penegak hukum , Proses persidangan berjalan transparan sesuai dengan beratnya kejahatan yang dilakukan, dilema Hukum di Ruang Sidang meskipun emosi warga sangat valid, sistem hukum kita memiliki prinsip yang harus dijalankan.

More To Explore

Fashion

Satreskrim Polres Gresik Periksa Dua Saksi Kunci Kasus Pengeroyokan Sucipto

Kabupaten Gresik – Liputanjatimbersatu.com. Satreskrim Polres Gresik secara resmi melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi terkait kasus pengeroyokan yang menimpa Sucipto. Proses pengambilan keterangan berlangsung pada Selasa (12/05/2026), sekitar pukul 11.00 WIB, sebagai langkah konkret pengembangan penyelidikan guna mengungkap fakta lengkap di balik peristiwa kekerasan tersebut.   Saksi pertama yang diperiksa