Liputan Jatim Bersatu

Tiga Terduga Pelaku Pembunuhan di Pragoto Diduga Masih Bebas Berkeliaran, Kinerja Aparat Dipertanyakan

Surabaya, liputanJatimBersatu.com – Penanganan kasus pembunuhan yang sempat viral di kawasan Pragoto, wilayah hukum Polsek Simokerto, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Hingga kini, informasi mengenai tiga terduga pelaku lain yang disebut belum tertangkap masih menjadi tanda tanya besar.

Kasus berdarah yang menghebohkan warga tersebut sebelumnya menjadi perhatian luas publik karena aksi pembunuhan dilakukan secara brutal di tengah kawasan padat penduduk. Korban diketahui mengalami luka serius akibat senjata tajam hingga akhirnya meninggal dunia.

Namun, di tengah proses penyidikan yang berjalan, masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan aparat dalam memburu seluruh pihak yang diduga terlibat. Pasalnya, meski satu terduga pelaku disebut telah diamankan, keberadaan tiga nama lain hingga kini belum juga terungkap secara jelas kepada publik.

Situasi tersebut memicu keresahan masyarakat sekaligus menimbulkan dugaan adanya lambannya penanganan perkara. Warga menilai, apabila benar masih ada pelaku yang bebas berkeliaran, maka hal itu berpotensi mencederai rasa keadilan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Ketua Fast Respon Indonesia Center DPW Jawa Timur, Imam Arifin, meminta aparat kepolisian bertindak cepat, tegas, dan transparan agar kasus tersebut tidak terus menjadi polemik di tengah masyarakat.

“Ini kasus pembunuhan yang sempat viral dan menjadi perhatian masyarakat luas. Kalau benar masih ada tiga pelaku yang belum diamankan, maka aparat harus bergerak cepat. Jangan sampai muncul dugaan adanya pembiaran ataupun lemahnya penegakan hukum,” tegas Imam Arifin.

Ia juga menyoroti minimnya keterbukaan informasi terkait perkembangan penyidikan. Menurutnya, publik berhak mengetahui sejauh mana proses penanganan perkara tersebut dilakukan aparat.

“Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ketika berhadapan dengan pihak tertentu. Transparansi penting agar tidak muncul spekulasi liar di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, warga sekitar mengaku masih merasa was-was apabila benar masih ada terduga pelaku yang belum tertangkap dan diduga masih berkeliaran bebas. Mereka berharap jajaran kepolisian segera memberikan kepastian hukum dan menuntaskan kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pada 10 Mei 2026, Kanit Reskrim Polsek Simokerto menyampaikan bahwa penanganan perkara tersebut telah dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya.

“Kasus tersebut kami limpahkan ke Polrestabes Surabaya, monggo konfirmasi ke Unit Jatanras mas,” ujarnya singkat.

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, media ini juga mencoba mengonfirmasi Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Caisar Ibrahim. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan terkait perkembangan pencarian tiga terduga pelaku tersebut.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian mengenai sejauh mana proses pengejaran terhadap tiga terduga pelaku yang disebut masih belum berhasil diamankan.

Anugrah

More To Explore

Fashion

Cegah Pelangganan Maladministrasi yang Berulang, Ombudsman Dorong Perbaikan Tata Kelola Mendasar di BGN

JAKARTA – Liputanjatimbersatu.com. Menanggapi banyaknya perbincangan di tengah masyarakat terkait penengakkan hukum dan pembenahan tata kelola penyelenggaraan program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional, menjadi perhatian serius Ombudsman RI. Terlebih program ini merupakan bentuk pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas.   Pimpinan Ombudsman RI asal

Fashion

KSP Dudung Jelaskan Awal Mula Dirinya Diseret Eks Kepala BGN di Pusaran Kasus Korupsi Proyek MBG

Jakarta – Liputanjatimbersatu.com. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman mengklarifikasi isu yang menyeret namanya ke dalam pusaran dugaan kasus korupsi proyek dapur Badan Gizi Nasional (BGN).   Klarifikasi tersebut disampaikan Dudung di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). Ia pun menepis kabar burung yang menyebut dirinya menitipkan titik dapur