Sampang, Liputanjatimbersatu.com. Seorang pemuda tewas tersengat aliran listrik saat memperbaiki mesin pompa air di sungai. Peristiwa nahas itu terjadi di Dusun Langgar, Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo, S.H., membenarkan insiden tersebut. Kejadian berlangsung Sabtu, 13 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban berinisial RK, 22 tahun, warga Dusun Langgar, Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.
AKP Eko memaparkan kronologi kejadian. Siang itu RK bersama adiknya, MN, berniat membetulkan mesin pompa air yang berada di sungai. Lokasi pompa sekitar 200 meter ke arah timur dari rumah korban.
“Korbannya mau mengecek pompa air karena air tidak mengalir,” jelas AKP Eko kepada awak media, Minggu (14/6/2026).
Sesampai di sungai, RK menduga grounding pompa lemah. Ia pun turun untuk memperbaikinya. Namun korban lupa mematikan aliran listrik yang menuju mesin dan grounding.
Akibatnya, RK tersengat listrik di tangan kanan dan langsung meninggal di lokasi.
Saksi mata, Misna, 15 tahun, yang juga adik korban, menyaksikan kejadian tersebut. Keluarga sempat membawa RK ke Puskesmas Palengaan untuk memastikan kondisinya. Namun nyawa korban tak tertolong.
“Pada saat itu korban sudah meninggal dunia. Kemudian korban dibawa pulang untuk segera dimakamkan,” ujar AKP Eko.
Sekitar pukul 12.30 WIB, anggota Polsek Karang Penang mendatangi rumah duka. Saat itu jenazah RK sudah dimandikan dan dibungkus kain kafan.
Keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah. Holik, kepala dusun sekaligus paman korban, menegaskan tidak akan menuntut pihak manapun.
“Kejadian tersebut tidak menuntut pihak manapun dan sudah ikhlas. Kejadian ini murni karena ketidaksengajaan korban sendiri, tidak direncanakan dari pihak manapun,” terang AKP Eko
Pernyataan itu diperkuat dengan surat pernyataan dari keluarga korban.
Polisi menyimpulkan insiden ini sebagai kecelakaan tunggal akibat kelalaian.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo, S.H., menyampaikan duka mendalam atas musibah ini.
“Kami berharap agar masyarakat selalu mengutamakan keselamatan dan lebih waspada saat beraktivitas, terutama yang berhubungan dengan listrik, demi mencegah terulangnya tragedi serupa,” pungkasnya.
(P.Sahril)

