Sampang, – Liputanjatimbersatu.com. Puluhan buruh proyek SR atau Sekolah Rakyat di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang mengeluhkan keterlambatan pembayaran upah. Mereka mengaku belum menerima haknya dari mandor berinisial J.
Upah yang belum dibayarkan mencakup sekitar 17 hari kerja ditambah upah lembur.
Menurut keterangan buruh berinisial MS, pekerjaan di lokasi sudah selesai. Namun hingga kini hak mereka belum diterima.
“Pekerjaan kami sudah selesai tetapi kami belum menerima gaji. Bahkan kami sudah menghubungi mandornya, mandor tersebut menjelaskan belum ada kepastian,” ujar MS kepada awak media liputanjatimbersatu.com, Selasa (21/7/2026).
“Sementara para buruh sangat membutuhkan uang tersebut buat menafkahi keluarganya,” lanjutnya.
Para buruh mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka meminta difasilitasi agar persoalan ini selesai dan hak-hak pekerja dipenuhi sesuai ketentuan.
Langkah hukum juga disiapkan. Para buruh menyatakan akan melayangkan laporan resmi ke Polres Sampang dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sampang. Tujuannya agar dugaan tidak dibayarkannya upah diproses sesuai mekanisme hukum.
Hingga berita ini ditulis, awak media telah berupaya mengonfirmasi kepada pihak pelaksana proyek. Namun belum ada tanggapan maupun itikad baik dari pihak terkait.
Awak media masih akan terus berupaya meminta klarifikasi lebih lanjut agar pemberitaan berimbang.
(P.Sahril)

