Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Dinkes Pamekasan Dinilai Lamban, SBPIJ Ultimatum Demo Jilid II Jika Dugaan Persoalan RSIA Puri Bunda Tak Kunjung Dituntaskan

PAMEKASAN, LiputanJatimBersatu.com – Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan kembali menjadi sorotan. Lambannya tindak lanjut atas dugaan permasalahan pelayanan kesehatan di RSIA Puri Bunda Madura memicu kritik dari Semangat Bersatu Pemuda Indonesia Jaya (SBPIJ). Organisasi tersebut menilai Dinkes belum menunjukkan langkah konkret maupun kepastian kepada publik, meski persoalan itu telah menjadi perhatian masyarakat.

Bagi SBPIJ, sikap yang dinilai lamban tersebut berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap pengawasan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pamekasan. Terlebih, persoalan yang dipersoalkan menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta diawasi secara profesional oleh instansi yang berwenang.

Ketua Aksi SBPIJ, Iman Arifin, menegaskan bahwa Dinkes tidak boleh membiarkan persoalan ini berlarut-larut tanpa kepastian.

“Jangan sampai masyarakat menilai Dinas Kesehatan hanya diam ketika muncul dugaan persoalan pelayanan kesehatan. Kami mendesak agar segera ada keputusan resmi, langkah nyata, dan penjelasan yang transparan kepada publik sesuai kewenangannya,” tegas Iman.

Menurutnya, keterlambatan memberikan kepastian bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan menyangkut akuntabilitas penyelenggara pelayanan publik. Apabila tidak segera ditangani secara terbuka, kondisi tersebut dinilai dapat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat yang justru merugikan seluruh pihak.

SBPIJ menegaskan akan kembali turun ke jalan apabila dalam waktu yang dinilai patut belum terdapat kejelasan mengenai penanganan dugaan persoalan tersebut.

“Apabila dalam waktu yang patut belum ada penyelesaian yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, kami akan menggelar aksi demonstrasi besar jilid II sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penyelenggara pelayanan publik,” ujarnya.

Iman menegaskan, demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Karena itu, aksi yang direncanakan bukan dimaksudkan sebagai bentuk tekanan, melainkan upaya mengawal transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum dalam penanganan dugaan persoalan yang menjadi perhatian publik.

SBPIJ juga mengingatkan bahwa setiap laporan atau dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan semestinya ditangani secara profesional, objektif, dan terbuka agar tidak menimbulkan kesan adanya pembiaran maupun lemahnya fungsi pengawasan.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan maupun pihak RSIA Puri Bunda Madura belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan dugaan persoalan tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari kedua belah pihak guna memenuhi asas keberimbangan dan akan memuat hak jawab apabila telah diterima.

Red/Anugrah

More To Explore

Fashion

FRIC TUNGGU KERJA NYATA KAPOLDA JAMBI BARU IRJEN POL Drs. WIDODO – WUJUDKAN TAGLINE POLISI BERSAMA MASYARAKAT DI BUMI SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH

JAMBI – Pergantian tongkat komando Kapolda Jambi dari Irjen Pol Krisno H. Siregar kepada Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H. berdasarkan Telegram Kapolri ST/2205/X/KEP./2026 menjadi momentum penting bagi Polri di Jambi. Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Provinsi Jambi, Dody Candra, menegaskan pihaknya tidak butuh janji, tapi kerja nyata. Dan

Fashion

Wakapolda Aceh Sambut Kedatangan Ketua Umum DPN HKTI/Kepala BGN

Aceh, LiputanJatimBersatu.com— Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo menyambut kedatangan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sekaligus Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Selasa, 13 Oktober 2026. Penyambutan tersebut merupakan bagian dari penerimaan kunjungan kerja Sudaryono