Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Dugaan Permintaan Uang Terkait Perkara Narkoba di Polres Jombang Disorot

Jombang, LiputanJatimBersatu.com- Dugaan adanya permintaan sejumlah uang yang dikaitkan dengan penanganan perkara narkoba di wilayah hukum Polres Jombang menjadi sorotan. Keluarga seorang pria berinisial R yang disebut masih dalam pencarian mempertanyakan adanya penyerahan uang yang dilakukan di kantor bagian narkoba.

Informasi tersebut disampaikan oleh istri R yang bersangkutan. Menurut keterangannya, persoalan bermula pada 2 Juni, ketika sejumlah pihak disebut mencari suaminya ke rumah di Desa Tanggalrejo.

Saat itu, sang suami disebut belum diamankan dan masih dalam status pencarian.

Di tengah proses tersebut, menurut keterangan sang istri, terdapat penyerahan sejumlah uang di kantor bagian narkoba Polres Jombang. Namun, pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas anggota yang menerima uang tersebut.

“Yang menyerahkan uang saudara saya. Saya tidak tahu nama anggota yang menerima,” ungkap pihak keluarga.

Keluarga juga menyebut terdapat proses tanda tangan saat penyerahan uang. Namun, menurut keterangan mereka, dokumentasi berupa foto terhadap tanda tangan tersebut tidak diperbolehkan.

Hal inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan dari pihak keluarga mengenai dasar, tujuan, serta pihak yang meminta dan menerima uang tersebut.

Apakah uang tersebut berkaitan dengan proses hukum yang sedang berjalan atau terdapat kepentingan lain, masih perlu dipastikan melalui klarifikasi kepada pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut.

Kasat Narkoba Arahkan Konfirmasi ke KBO

Untuk memperoleh keberimbangan informasi, wartawan LiputanJatimBersatu mencoba melakukan konfirmasi kepada AKP Bowo selaku Kasat Narkoba Polres Jombang terkait dugaan penyerahan uang tersebut.

Melalui sambungan WhatsApp Messenger, AKP Bowo tidak memberikan penjelasan mengenai substansi dugaan tersebut. Ia mengarahkan media untuk melakukan konfirmasi kepada KBO Satresnarkoba Polres Jombang.

“Pean konfirmasi ke KBO dulu, Mas,” ujar AKP Bowo.

Menindaklanjuti arahan tersebut, wartawan kemudian menghubungi KBO Satresnarkoba Polres Jombang untuk meminta klarifikasi terkait dugaan penyerahan uang yang disebut dilakukan di kantor bagian narkoba.

Namun, KBO belum memberikan penjelasan mengenai substansi persoalan. Ia menyampaikan bahwa dirinya sedang mengikuti kegiatan dan berjanji akan menghubungi kembali.

“Sebentar cak, lg gladi pedang pora, nanti q tlp lg 🙏🙏,” ujar KBO Satresnarkoba Polres Jombang melalui pesan WhatsApp.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari KBO terkait dugaan tersebut, termasuk mengenai siapa pihak yang menerima uang, dalam konteks apa uang diserahkan, serta apakah penyerahan tersebut berkaitan dengan prosedur resmi dalam penanganan perkara.

Hingga berita ini ditulis, dugaan tersebut masih berdasarkan keterangan pihak keluarga dan belum menjadi kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran atau tindak pidana.

Klarifikasi dari pihak kepolisian menjadi penting untuk menjelaskan duduk perkara secara utuh sekaligus memberikan kepastian mengenai fakta di balik dugaan penyerahan uang tersebut.

Redaksi LiputanJatimBersatu masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Polres Jombang, KBO Satresnarkoba, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam informasi ini.

Anugrah

More To Explore

Fashion

Polres Magetan Beri Penghargaan untuk 13 Korlap PSHT atas Dedikasi Jaga Kamtibmas

MAGETAN – Polres Magetan Polda Jatim memberikan penghargaan kepada 13 tokoh Koordinator Lapangan (Korlap) PSHT Magetan dalam acara silaturahmi yang digelar di Ruang Eksekutif Mapolres, Kamis (24/9/2026).   Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka mendukung situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.   Acara ini dihadiri pejabat

Fashion

Polda Metro Jaya Siapkan Pelayanan, Kawal Penyampaian Pendapat 24 September Berjalan Tertib

JAKARTA — Polda Metro Jaya menyiapkan pelayanan untuk mengawal kegiatan penyampaian pendapat pada Kamis (24/9/2026) agar berlangsung aman, damai, dan tertib. Kesiapan tersebut juga diarahkan untuk memastikan masyarakat yang tetap bekerja, bersekolah, menjalankan usaha, maupun melakukan perjalanan tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.   Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat