Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Dugaan Pelecehan Murid SMA Barunawati Surabaya, Pihak Sekolah Sebut Persoalan Telah Berdamai

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Dugaan tindakan tidak pantas yang disebut melibatkan seorang guru berinisial H terhadap seorang murid SMA Barunawati Surabaya menjadi perhatian. Peristiwa yang menurut keterangan orang tua murid diduga terjadi pada Juli 2026 tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Orang tua murid menyampaikan bahwa informasi mengenai dugaan kejadian tersebut diperoleh dari teman anaknya yang disebut mengetahui atau menyaksikan peristiwa itu.

“Iya, kejadian tersebut diceritakan oleh teman anak saya yang menjadi saksi bahwa anak saya dicium lalu di peluk,” ungkap orang tua murid saat memberikan keterangan.

Orang tua tersebut juga menyampaikan adanya pesan agar persoalan itu tidak diceritakan kepada orang lain di luar lingkungan sekolah.

“Kasus ini saya dipesan jangan bilang ke orang lain di luar sekolah,” ujar ibu murid tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan, murid yang diduga menjadi korban disebut dibawa ke salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. Namun, lokasi secara spesifik, kronologi lengkap, serta pihak yang berada di lokasi kejadian masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Awak Media Datangi Sekolah untuk Meminta Klarifikasi

Untuk memperoleh informasi yang berimbang, tim awak media LiputanJatimBersatu mendatangi SMA Barunawati Surabaya guna meminta keterangan langsung dari pihak sekolah terkait dugaan tersebut pada hari Jum’at 08/10/2026.

Dalam pertemuan itu, kepala sekolah disebut belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut. Ia mempertanyakan dasar informasi yang dibawa awak media serta identitas pihak yang menyampaikan pengaduan kepada redaksi.

“Kami tidak akan memberikan keterangan terkait dugaan itu karena jenengan atau awak media hanya menceritakan dan tidak mau menyebutkan siapa korbannya dan ibu yang mengadu ke kantor redaksi media LiputanJatimBersatu,” ujar kepala sekolah, sebagaimana dituturkan oleh tim media.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pihak sekolah meminta kejelasan mengenai sumber informasi dan pihak yang mengadukan persoalan tersebut. Namun, belum adanya penjelasan lebih lanjut dari pihak sekolah membuat sejumlah hal masih perlu dikonfirmasi.

Kerahasiaan identitas anak yang diduga menjadi korban tetap harus dijaga. Identitas tersebut tidak seharusnya dibuka kepada publik hanya untuk memenuhi kebutuhan pemberitaan.

Pihak Sekolah Sebut Persoalan Telah Berdamai

Dalam kesempatan yang sama, seorang guru yang berada di ruang kepala sekolah menyampaikan versi berbeda mengenai persoalan tersebut. Ia menyebut kejadian itu sebagai kesalahpahaman antara orang tua dan anaknya serta menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan.

“Kejadian itu sudah damai, Pak. Kesalahpahaman antara orang tua murid dan anaknya, permasalahan keluarga. Kejadian itu tidak ada,” ujar guru tersebut, berdasarkan keterangan tim media.

Guru itu juga disebut menyampaikan bahwa cerita dari wali murid tidak benar dan pihak sekolah telah memberikan ganti rugi. Pernyataan mengenai dugaan ganti rugi tersebut masih perlu diperjelas, termasuk mengenai bentuk penyelesaian, pihak yang terlibat, serta dasar pernyataannya.

Perbedaan keterangan antara orang tua murid dan pihak sekolah membuat verifikasi lebih lanjut diperlukan. Pernyataan bahwa persoalan telah berdamai tidak dengan sendirinya memastikan benar atau tidaknya dugaan yang disampaikan orang tua.

Perlindungan Murid dan Klarifikasi Menjadi Hal Penting

Dugaan tindakan tidak pantas terhadap anak perlu ditangani secara serius dengan mengutamakan keselamatan, privasi, dan kepentingan terbaik bagi anak. Apabila terdapat dugaan tindak pidana, penanganan dapat dilakukan melalui mekanisme yang sesuai oleh pihak berwenang.

Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh verifikasi independen yang dapat memastikan kebenaran dugaan terhadap guru berinisial H. Oleh karena itu, seluruh keterangan yang disampaikan para pihak perlu ditindaklanjuti secara objektif.

Redaksi LiputanJatimBersatu membuka ruang bagi pihak SMA Barunawati Surabaya maupun pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab. Langkah tersebut diperlukan demi menjaga keberimbangan pemberitaan serta memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.

Identitas murid yang diduga menjadi korban tidak dicantumkan untuk menjaga privasi dan mencegah dampak lanjutan terhadap anak.

Anugrah

More To Explore

Fashion

Dugaan Pelecehan Murid SMA Barunawati Surabaya, Pihak Sekolah Sebut Persoalan Telah Berdamai

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Dugaan tindakan tidak pantas yang disebut melibatkan seorang guru berinisial H terhadap seorang murid SMA Barunawati Surabaya menjadi perhatian. Peristiwa yang menurut keterangan orang tua murid diduga terjadi pada Juli 2026 tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Orang tua murid menyampaikan bahwa informasi

Fashion

Baru Sehari Ditangkap, Dua Terduga Pelaku Judol di Kediri Dibebaskan, Dugaan Aliran Uang Rp40 Juta Mencuat

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Dugaan praktik tangkap lepas terhadap dua terduga pelaku perjudian online (judol) di Kediri menjadi sorotan. Keduanya disebut dibebaskan hanya sehari setelah ditangkap oleh tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur. Pembebasan tersebut memunculkan dugaan adanya uang sebesar Rp40 juta yang dikaitkan dengan proses pelepasan kedua terduga. Berdasarkan informasi yang