Surabaya, LiputanJatimBersatu,com. Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2025 membawa makna ganda bagi keluarga besar Korem 084/Bhaskara Jaya. Salah satu prajurit terbaiknya, Yusman Safroni, putra asli Sumenep, Madura, merasakan kebahagiaan luar biasa karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya, ia juga menerima kenaikan pangkat satu tingkat.
Sebelumnya, pada Rabu (1/10/2025), bertempat di Aula Korem 084/Bhaskara Jaya, Kepala Staf Korem (Kasrem) 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, memimpin upacara laporan kenaikan pangkat anggota Korem.
> “Kenaikan pangkat adalah wujud penghargaan dari negara sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk semakin berkarya dan mengemban tugas demi bangsa dan negara,” tegas Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura.
Bagi Yusman Safroni, momen ini terasa sangat spesial. Selain bertepatan dengan HUT ke-80 TNI, ia juga merayakan hari lahirnya. Acara syukuran sederhana di lingkungan Korem berlangsung penuh doa dan suasana kekeluargaan, terlebih dengan hadirnya sang istri tercinta, Dewi Safroni, yang setia mendampingi.
“Bisa merayakan ulang tahun, kenaikan pangkat, sekaligus HUT TNI ke-80 adalah anugerah luar biasa bagi saya. Sebagai putra Madura, saya bangga bisa mengabdi untuk rakyat, bangsa, dan negara melalui TNI,” ungkap Yusman penuh haru.
Ucapan selamat mengalir dari berbagai pihak, termasuk insan media dan organisasi masyarakat. Wakil Pemimpin Redaksi Informasi-Realita.net, Piki Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Yusman.
“Selamat kepada Sdr. Yusman Safroni. Semoga terus mengabdi dengan tulus dan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya putra Madura,” ucapnya.
Hal senada juga datang dari Ketua DPW Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Jawa Timur, Imam Arifin.
“Kami dari DPW FRIC Jatim mengucapkan selamat kepada Bapak Yusman Safroni. Semoga kenaikan pangkat ini menambah semangat juang, membawa keberkahan bagi keluarga, dan menjadi teladan bagi masyarakat Madura,” tutur Imam.
Kebahagiaan yang dirasakan Yusman Safroni menjadi bukti bahwa di balik disiplin dan tugas mulia seorang prajurit, selalu ada doa, cinta, dan dukungan keluarga yang menyertai langkah pengabdian kepada bangsa.

