Liputan Jatim Bersatu

Pasien Tersinggung Ucapan Perawat, Puskesmas Krembangan Surabaya Dapat Sorotan

Surabaya, LiputanJatimBersatu,com. Layanan publik di bidang kesehatan kembali menjadi sorotan setelah seorang pasien bernama Buniyeh atau Nurhasanah (44) mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Krembangan, Kota Surabaya. Peristiwa ini bermula pada Selasa (07/10/2025), saat Buniyeh datang bersama adik iparnya, Nur Aini, untuk berobat setelah menjalani operasi di perut dengan pemasangan kantong pembuangan kotoran.

 

Menurut keterangan Nur Aini, kedatangan mereka semula untuk mendapatkan pemeriksaan sesuai arahan dokter RSUD Soewandi. Dokter di rumah sakit sebelumnya berpesan agar pasien segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami kebocoran atau infeksi pada kantong kotoran. Namun, setibanya di Puskesmas Krembangan, mereka justru mengaku mendapat ucapan yang dianggap menyinggung dari salah seorang perawat bernama Bu Muonti.

 

“Saya tersinggung dengan ucapan Bu Muonti. Ia menyampaikan bahwa di sini tidak ada dokter khusus yang bisa menangani penyakit kakak ipar saya. Bahkan beliau mengatakan tidak ada pelayanan gratis, semua harus membayar. Ucapan itu disampaikan langsung di depan pasien, yang membuat kakak ipar saya sakit hati,” ungkap Nur Aini kepada wartawan, Rabu (08/10/2025).

 

Nur Aini menambahkan, Bu Muonti sempat mencontohkan pengalamannya pribadi dengan mengatakan bahwa dirinya harus membayar Rp600 ribu untuk perawatan ibunya di rumah sakit. “Ibarat kata, saya saja harus membayar, apalagi kamu,” kata Nur Aini menirukan perkataan perawat tersebut.

 

Merasa tidak nyaman, keluarga akhirnya memutuskan membawa Buniyeh ke sebuah klinik tak jauh dari puskesmas tersebut. Di klinik itu, pasien akhirnya mendapat pertolongan medis untuk menangani rembesan luka operasi. “Alhamdulillah dokter di klinik langsung menanganinya dengan baik. Luka basah bisa diatasi, dan kondisi kakak ipar saya lebih tenang,” tambah Nur Aini.

 

Kepala Puskesmas Klarifikasi dan Minta Maaf

 

Kepala Puskesmas Krembangan, Bu Nurul, saat dikonfirmasi terpisah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak puskesmas tidak bermaksud menolak pasien, melainkan terjadi miskomunikasi antara petugas dan keluarga pasien.

 

“Kami meminta maaf secara mendalam terhadap pasien dan keluarga. Ini murni terjadi miskomunikasi. Kami siap mendatangi rumah pasien untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung,” kata Nurul.

 

Lebih lanjut, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi total terhadap pelayanan di Puskesmas Krembangan. “Kami akan membenahi sistem pelayanan agar lebih humanis, ramah, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman lagi. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang menegur dan memberikan masukan kepada kami,” tambahnya.

 

Senada dengan pernyataan kepala puskesmas, perawat Bu Muonti juga menyampaikan permintaan maaf di depan publik. Ia menegaskan tidak ada maksud untuk menyakiti hati pasien.
“Dengan saya pribadi, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Bu Buniyeh dan keluarganya. Tidak ada niat lain selain memberikan pelayanan, tetapi perkataan saya ternyata menyinggung. Saya mohon maaf tanpa batas,” tandasnya.

 

Warga Minta Perbaikan Layanan Puskesmas

 

Kasus ini juga mendapat perhatian warga sekitar. Abdul Aziz, Wakil Ketua RT 04 RW 07 Moro Krembangan, menilai pelayanan di Puskesmas Krembangan memang perlu dibenahi agar tidak mengecewakan masyarakat.

 

“Harapan kami, puskesmas ini tidak berjalan seolah-olah mengambil kebijakan sendiri. Masyarakat datang ke puskesmas karena butuh dilayani dengan baik dan humanis. Kejadian ini semoga menjadi pelajaran berharga agar petugas lebih hati-hati dalam melayani pasien,” ujarnya.

More To Explore

Fashion

Komitmen Perangi Narkoba, Kapolresta Jambi Pimpin Langsung Razia Operasi Antik 2026 Sasar Beberapa Tempat Hiburan Malam

Jambi, LiputanJatimBersatu.com – Menjelang berakhirnya pelaksanaan Operasi Antik 2026 pada 27 Juli 2026, Polresta Jambi terus mengintensifkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah razia di sejumlah tempat hiburan malam, (24/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang,

Fashion

Seleksi Taruna Akpol Masuk Tahap Akhir, Wakapolri Pimpin Pemeriksaan Penampilan 404 Catar

Semarang, LiputanJatimBersatu.com – Panitia Pusat Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menggelar pemeriksaan penampilan peserta calon taruna (catar). Pemeriksaan ini dipimpin langsung Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, (24/7/2026) “Masa depan Polri, akan sangat bergantung pada sejauh mana generasi penerus disiapkan. Bagaimana kita tak hanya menyiapkan sumber daya manusia yang