Liputan Jatim Bersatu

Publik Desak Kapolda Jatim Evaluasi Polrestabes Surabaya: Kasus Pencurian Kabel Telkom Terjadi di Belakang Mako

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Kasus dugaan pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia yang terjadi tepat di belakang Markas Polrestabes Surabaya terus menuai sorotan tajam dari publik.

 

Peristiwa yang menyangkut aset vital milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dinilai mencoreng citra aparat penegak hukum, lantaran terjadi di kawasan yang seharusnya paling aman dan berada di bawah pengawasan langsung kepolisian.

 

Hingga kini, belum ada perkembangan signifikan dari pihak Polsek Bubutan dan Polrestabes Surabaya terkait pengungkapan pelaku pencurian tersebut.

 

Kondisi ini menimbulkan keresahan dan tanda tanya besar di tengah masyarakat, terutama terkait kesigapan serta profesionalitas aparat dalam menindak kejahatan yang terjadi di sekitar markasnya sendiri.

 

Ketua Fart Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Jawa Timur, menilai lemahnya respons aparat menunjukkan adanya indikasi kelalaian atau bahkan ketidaktegasan dalam penegakan hukum.

 

“Bagaimana mungkin pencurian bisa terjadi tepat di belakang markas besar kepolisian, tapi tidak ada tindakan nyata? Ini memalukan dan mencoreng wibawa institusi,” ujarnya saat ditemui di Surabaya.

 

Masyarakat pun mendesak Kapolda Jawa Timur untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Polrestabes Surabaya dan Polsek Bubutan, agar kasus tersebut diusut secara transparan dan tuntas.

 

“Kalau pencurian yang terjadi di belakang markas besar polisi saja tidak bisa diungkap, bagaimana dengan kejadian serupa di tempat lain? Ini menimbulkan krisis kepercayaan di masyarakat,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya.

 

Publik berharap Kapolda Jawa Timur tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga membentuk tim khusus untuk menelusuri kasus pencurian aset milik PT Telkom Indonesia tersebut hingga ke akar permasalahan. Selain sebagai bentuk penegakan hukum, langkah ini penting untuk memulihkan citra kepolisian di mata masyarakat.

 

Tindakan cepat, tegas, dan terbuka dari aparat penegak hukum dinilai menjadi kunci utama dalam mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan tidak ada lagi pihak-pihak yang berani bermain-main dengan aset vital milik negara — terlebih di kawasan yang seharusnya menjadi simbol keamanan seperti di belakang Markas Polrestabes Surabaya.

 

Tim awak media LiputanJatimBersatu.com telah berupaya mengonfirmasi pihak PT Telkom Indonesia di Surabaya, namun hingga berita ini dipublikasikan belum ada tanggapan resmi.

 

Demikian pula, redaksi masih menunggu klarifikasi dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus ini.

 

Team/Redaksi

More To Explore

Fashion

GRPP Tuntut Kepala Desa Yanto Mundur dari Jabatan

Bangkalan – LiputanJatimBersatu.com. Gerakan Rakyat Peduli Pesanggrahan (GRPP), yang diketuai oleh Korlap Muafi, mengajukan tuntutan tegas agar Kepala Desa Yanto segera mengundurkan diri dari jabatannya. Tuntutan ini muncul sebagai akumulasi dari berbagai permasalahan yang telah terjadi selama ini dan dianggap mengganggu kesejahteraan serta tata kelola yang baik di desa.  

Fashion

Sidang DPK Oknum Polisi Tanjung Perak Digelar Diam-Diam? Publik Tuntut Keterbukaan

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Proses penegakan disiplin internal kembali menjadi sorotan. Seorang oknum anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang diduga terlibat dalam kasus narkoba berinisial AF, G, berserta satu rekannya dikabarkan tengah menjalani sidang Disiplin Profesi dan Kode Etik (DPK).   Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasi humas Iptu Suroto saat dikonfirmasi awak