Liputan Jatim Bersatu

Program CLBK Menjadi TerobosanPelayanan Publik: Wadah Curhat Langsung kepada Kapolresta Cirebon, Perkuat Komunikasi Polri dan Masyarakat

Cirebon — LiputanJatimBersatu,com.

Kepolisian di wilayah Cirebon kembali menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui peluncuran program CLBK (Curhat Langsung ke Bunda Kapolresta Cirebon) Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H.

 

Program ini dirancang sebagai jembatan komunikasi langsung antara pimpinan kepolisian dengan masyarakat, sekaligus menjadi media untuk menyampaikan keluhan, saran, masukan, dan berbagai aduan terkait keamanan maupun pelayanan Kepolisian.

 

Dalam materi publikasi resmi, seorang pejabat kepolisian wanita berpangkat tinggi tampil dengan gesture ramah dan penuh kehangatan. Hal tersebut menjadi simbol bahwa Polri terus berupaya menghadirkan pelayanan yang humanis, bersahabat, serta mudah diakses oleh masyarakat.

 

Program CLBK diharapkan mampu memberikan ruang dialog yang efektif dan mempercepat respons terhadap aspirasi publik.

Melalui hotline khusus yang telah disediakan, masyarakat dapat berkomunikasi langsung tanpa hambatan birokrasi.

 

Layanan pengaduan 24 jam serta akses Layanan Polisi 110 kembali ditegaskan sebagai wujud kesiapan Polri dalam merespons situasi darurat maupun kebutuhan masyarakat sehari-hari, sejalan dengan semangat melindungi, mengayomi, dan melayani.

 

Program CLBK juga hadir untuk memperkuat komunikasi dua arah antara aparat keamanan dan masyarakat. Tidak hanya menerima laporan, tetapi juga mendengarkan keluh kesah warga sebagai bagian dari pendekatan humanis yang terus digalakkan oleh Polri.

 

Ketua DPC FRIC (Fast Respon Indonesia Center) Cirebon Raya, Suwardy, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dihadirkan Kepolisian.

 

“Kami dari DPC FRIC Cirebon Raya sangat menyambut baik program CLBK ini. Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa Polri benar-benar membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun pengaduan secara langsung. Ini merupakan langkah nyata yang memperkuat kedekatan emosional antara aparat dan warga,” ujar Suwardy.

 

Suwardy menegaskan bahwa program ini sejalan dengan misi FRIC yang menitikberatkan pada percepatan respons, pendampingan warga, serta sinergi positif antara masyarakat dan pihak kepolisian.

 

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepolisian yang terus menghadirkan inovasi pelayanan publik. DPC FRIC Cirebon Raya siap bersinergi dan mendukung penuh upaya-upaya positif yang bertujuan menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga CLBK menjadi ruang komunikasi yang produktif, transparan, dan bermanfaat luas bagi warga Cirebon,” tambahnya.

 

Dengan hadirnya CLBK, diharapkan masyarakat lebih mudah menyampaikan laporan maupun mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi. Program ini bukan hanya bentuk peningkatan layanan, tetapi juga ajakan agar warga turut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan harmonis.

 

FRIC Cirebon Raya bersama masyarakat terus berkomitmen mendukung keberlanjutan program CLBK agar memberikan dampak nyata bagi keamanan publik.

 

Kepolisian menegaskan bahwa setiap aduan dan curhat yang masuk akan diproses secara profesional, transparan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

More To Explore

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada

Fashion

Diduga Dipersulit, Keluarga Pasien Pertanyakan Transparansi RSIA Puri Bunda Madura dalam Pemberian Rekam Medis

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – RSIA Puri Bunda Pamekasan Madura menuai sorotan setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan memperoleh salinan rekam medis, meski seluruh persyaratan yang diminta pihak rumah sakit disebut telah dipenuhi. Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan serta komitmen rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien. Persoalan semakin mengemuka