Liputan Jatim Bersatu

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Patroli Skala Besar, Antisipasi Kejahatan hingga Balap Liar

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com -Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar patroli cipta kondisi skala besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya, Sabtu malam, 25 April 2026 hingga Minggu dini hari, 26 April 2026.

Kegiatan ini dipimpin Kabag SDM Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Kamran dengan fokus mengantisipasi kriminalitas jalanan dan gangguan ketertiban pada akhir pekan.

“Patroli ini merupakan bentuk langkah preventif terhadap potensi tindak kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), aksi geng motor, tawuran antar-remaja, hingga balap liar di wilayah Tanjung Perak,” ujar Kompol Kamran.

Selain itu, patroli melibatkan personel gabungan dari Satuan Samapta, Bagian Operasional, Sie Propam, satu peleton Dalmas Kerangka, Polsek jajaran, serta Tim Patroli Perintis Presisi.

Petugas menyisir rute strategis mulai dari mako polres menuju Jalan Perak Timur, Pos Lantas Jalan Jakarta, hingga kawasan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun.

Sementara itu, pemantauan juga dilakukan di Jalan Nyamplungan dan Jalan Sultan Iskandar Muda yang memiliki aktivitas masyarakat tinggi pada malam hari.

“Hingga kegiatan berakhir, situasi di seluruh titik sasaran tetap terkendali. Kami memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman tanpa gangguan,” pungkasnya.

Red

More To Explore

Fashion

Kuasa Hukum Penggugat: “Baru Panggilan Pertama Sudah Ditolak. Ini Bentuk Pelecehan Terhadap Pengadilan

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com – Sidang perdana gugatan Perbuatan Melawan Hukum terkait dugaan penggelapan harta warisan keluarga Napitupulu digelar hari ini di Pengadilan Negeri Surabaya. Agenda sidang pertama ini adalah pemeriksaan berkas dan para tergugat serta turut tergugat. Namun sidang yang dimulai pukul 11.00 WIB di Ruang Candra PN Surabaya itu berlangsung

Fashion

Dorong Keadilan Iklim dan Kepemimpinan Perempuan, Dialog ASEAN Angkat Pengalaman Aceh

Banda Aceh – Liputanjatimbersatu.com. Perubahan iklim dan bencana ekologis di Asia Tenggara semakin menunjukkan bahwa krisis yang terjadi tidak hanya bersifat alamiah, tetapi juga berakar pada ketimpangan struktural dalam tata kelola lingkungan, ekonomi politik, dan relasi kekuasaan. Menjawab tantangan tersebut, awal tahun 2026 ini, The Habibie Center (THC) bekerja sama