Jambi, LiputanJatimBersatu.com – Dirreskrimsus Polda Jambi Berhasil Tangkap Pembobol 6.609 Rekening Nasabah Bank 9 Jambi. Keberhasilan tersebut disampaikan melalui konferensi pers yang dipimpin Dirreskrimsus Kombes Pol Taufik Nurmandia, Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji.
Kabid Humas menyampaikan.
Berdasarkan LP/B/112/IV/2026/SPKT/Polda Jambi, tanggal 02 april 2026 pelapor a.n. Aprizul Ihsan Hasibuan, PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (bank jambi) Jl. H. Agus salim no. 10, kel. Telanaipura, kec. Kota jambi timur, kota jambi, Provinsi Jambi.
Disambung penjelasan kronologis kejadian oleh Dirreskrimsus.
“Pada hari minggu tanggal 22 februari 2026, terjadi pembobolan rekening nasabah bank jambi secara bertahap di mana dana nasabah senilai Rp. 144,82 miliar keluar dan dikonversi menjadi aset kripto, kemudian di tarik kepada wallet yang bukan berada di indonesia dalam hitungan jam, total kerugian beserta dana yang gagal disalurkan senilai Rp 144,82 miliar dengan jumlah korban 6.609 nasabah”, jelas Kabid Humas.
Atas kejadian tersebut Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jambi melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mencari petunjuk dan alat bukti, kemudian penyidik melakukan pemanggilan kepada saksi-saksi dan menunggu hasil forensik yang dilakukan oleh bank jambi dan fds selaku vendor dari bank jambi.
Setelah hasil forensik di dapatkan, kemudian penyidik berangkat menuju provinsi jawa barat untuk mencari beberapa saksi yang di duga memiliki keterlibatan dalam rekening bank dan akun-akun kripto yang disinyalir digunakan untuk menampung dan mencuci dana hasil pembobolan rekening nasabah bank jambi senilai Rp144,82 miliar yang di tarik kepada wallet yang berada di luar indonesia dalam hitungan jam. Berdasarkan log tokocrypto dan rekku.
Setelah melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi dari saksi-saksi di temukan bahwa adanya seseorang atas nama DD yang selaku koordinator/penghubung langsung dengan WNA Bulgaria (Alcaz dan Tsevetanov Radoslan Ivanov Als Superman), mengkoordinir perekrutan, pembuatan akun, dan penyerahan akun ke jakarta.
Sekira bulan Agustus 2025, DD dihubungi oleh seorang WNA Bulgaria yang berinisial “Alcaz” (melalui Tsevetanov Radoslan Ivanov Als “superman”) yang pernah bersama-sama ditahan di lapas grobokan Bali terkait kasus skiming untuk merekrut warga dalam rangka membuat akun kripto pada sejumlah platform (tokocrypto, reku, dan bukuwarung) serta rekening bank, dengan imbalan sekira Rp 5.000.000,- per orang.
Selanjutnya sdr. DD meminta bantuan sdr. TAD untuk melakukan perekrutan dan sdr. AA untuk membantu proses verifikasi/ know your customer (kyc) serta merekap data rekening dan akun.
Pada sekira bulan oktober 2025 s.d, januari 2026, sdr. TAS berhasil merekrut 45 (empat puluh lima) orang driver online, sedangkan sdr. AA membantu proses pendaftaran, verifikasi wajah, pencatatan data/credential pada kertas, serta pendaftaran 45 (empat puluh lima) rekening bank, selanjutnya sdr. DD dan sdr. TAS menyerahkan unit handphone yang sudah berisi akun kripto dan rekening bank kepada Alcaz sehingga tersebarlah puluhan akun kripto dan rekening yang akhirnya dikuasai oleh WNA Bulgaria di daerah jakarta utara.
Sekitar satu minggu sebelum tanggal kejadian serangan 22 februari 2026, sdr. DD mendapat pemberitahuan dari WNA Bulgaria sdr. Alcaz bahwa akan ada “serangan” terhadap bank.
Pada hari minggu tanggal 22 februari 2026, terjadi pembobolan rekening nasabah bank jambi secara bertahap di mana dana nasabah senilai Rp 144,82 miliar keluar dan dikonversi menjadi aset kripto, kemudian di tarik kepada wallet yang bukan berada di indonesia dalam hitungan jam, total kerugian beserta dana yang gagal disalurkan senilai Rp 144,82 miliar dengan jumlah korban 6.609 nasabah.
Setelah peristiwa tersebut, Alcaz dan Tsevetanov Radoslan Ivanov Als Superman Menelphone sdr. Dd dan menyampaikan bahwa peretasan tersebut berhasil dilakukan oleh mereka. Berdasarkan pengembangan, penyitaan aset yang dapat dibekukan senilai kurang lebih Rp 18.948.416.896.
(DD) 32 tahun
Karyawan
Koordinator/penghubung dengan wna bulgaria. Alamat subarang, kab. Lima puluh koto, sumatera barat
(TAS) 33 tahun pekerjaan
Driver online
Peran perekrut 45 orang driver online kampung sinapel, kec. Rancabali, kab. Bandung.
(AA) 35 tahun
Peran admind kec. Baleendah, kab. Bandung.
Barang bukti:
DD
1 (satu) bundel hasil forensic ibm.
1 (satu) buah flash disk usb yang berisikan data transaksi nasabah bank pembangunan daerah (bank jambi).
1 (satu buah flash disk merek vgen 8gb yang berisi file dengan nama “data case bank jambi – http://reku.zip”.
1 (satu buah flash disk merek vgen 8gb yang berisi file dengan nama “data profil dan transaksi pelanggan.
Uang sejumlah sekitar Rp. 18.948.416.896, (delapan belas miliar sembilan ratus empat puluh delapan juta empat ratus enam belas ribu delapan ratus sembilan puluh enam rupiah).
Pasal yang disangkakan dugaan tindak pidana “setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun memindahkan atau mentransfer informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik umum dan/atau setiap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum menggunakan data pribadi yang bukan miliknya”.
Sebagaimana dimaksud pasal 32 ayat (2) jo. pasal 48 ayat (2) undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana diubah dengan undang-undang nomor 1 tahun 2024 (UU ITE) dan/atau pasal 67 ayat (3) undang-undang nomor 27 tahun 2022 tentang perlindungan data pribadi (UU PDP), jo. Pasal 20 dan pasal 21 undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).
Sanksi pidana penjara maksimal 9 (sembilan) tahun dan/atau denda paling banyak rp 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).
Modus operandi yakni.
Perencanaan serangan di lakukan dengan persiapan yang matang oleh para tersangka dengan membuat akun dan menyediakan infrastruktur keuangan berupa 90 (sembilan puluh) akun kripto dan 45 (empat puluh lima) rekening bank yang sudah di masukan kedalam handphone, setelah akun kripto dan rekening bank sudah siap digunakan kemudian akun dan rekening bank yang ada pada masing-masing handphone tersebut diserahkan kepada WNA Bulgaria (Alcaz) di jakarta pada bulan desember dan januari.
Pada tanggal 22 februari 2026, akun-akun tersebut digunakan untuk menampung dan mencuci dana hasil pembobolan rekening nasabah bank jambi senilai Rp 144,82 miliar, kemudian di tarik kepada wallet yang bukan berada di indonesia dalam hitungan jam. Berdasarkan log tokocrypto dan rekku, terbukti akun diakses dari lokasi yang berbeda saat transaksi Fraud dilakukan.
“Demikian informasi saat ini yang dapat kami sampaiκan, kita tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, dan akan disampaikan update perkembangan kasusnya” pungkas Kombes Taufik.
(red).

