Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Pakar Hukum Dorong Polri Tindak Tegas Konten Medsos yang Mengandung Provokasi

Jakarta – Liputanjatimbersatu.com. Pakar hukum tata negara Muhammad Rullyandi menilai penegakan hukum terhadap penyebaran konten manipulatif dan provokatif di media sosial diperlukan ketika materi yang disebarkan telah memenuhi unsur tindak pidana.

 

Menurut Rullyandi, konten semacam itu tidak hanya berkaitan dengan kebebasan berekspresi, tetapi juga dapat berdampak pada ketertiban dan keamanan publik apabila memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

 

“Terkait adanya muatan media sosial yang terungkap adanya pengancaman, manipulatif, dan provokatif, telah menimbulkan kegaduhan publik sehingga perlu dorongan kepada Polri agar menindak tegas penyebar konten manipulatif dan provokatif yang marak belakangan ini dengan penerapan tindak pidana,” kata Rullyandi, Sabtu (8/8/2026).

 

Dia menjelaskan, pelaksanaan hak dan kebebasan warga negara tetap memiliki batas yang telah ditentukan konstitusi. Salah satunya tercantum dalam Pasal 28J ayat (2) UUD 1945 yang mengatur mengenai pembatasan terhadap pelaksanaan hak dan kebebasan.

 

“Sebagaimana UUD 1945 amandemen Pasal 28J ayat (2), memberikan pembatasan kepada setiap warga negara di dalam menjalankan hak dan kebebasannya untuk wajib tunduk terhadap pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang, khususnya pembatasan yang berkaitan dengan pelanggaran ketentuan pidana, dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama, moral, ketertiban umum, dan keamanan negara,” jelasnya.

 

Rullyandi menyebut ketentuan konstitusional tersebut tetap menjadi dasar dalam melihat batas antara pelaksanaan hak dan kebebasan dengan perbuatan yang dapat dikenai hukum. Dia juga menyinggung Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 105 yang bersandar pada ketentuan Pasal 28J ayat (2) UUD 1945.

 

“Sekalipun terdapat Putusan MK Nomor 105 yang bersandar pada UUD 1945, khususnya ketentuan Pasal 28J ayat (2),” ungkapnya.

 

Dalam konteks penanganan perkara di media sosial, Rullyandi menilai langkah kepolisian terhadap konten yang mengandung unsur manipulatif dan provokatif merupakan bagian dari penegakan hukum ketika ditemukan adanya dugaan tindak pidana.

 

Dia pun menilai langkah Polda Jawa Barat yang mengungkap kasus penyebaran konten manipulatif dan provokatif sebagai tindakan yang tepat.

 

“Sebagaimana langkah tepat Polda Jabar yang berhasil menangkap para pelaku penyebaran konten manipulatif dan provokatif,” pungkasnya.

More To Explore

Fashion

Dugaan Sabung Ayam di Panggereman Tunggalpager Disorot, Sumber Sebut Ramai Sabtu-Minggu dan Pindah Lokasi

MOJOKERTO, LiputanJatimBersatu.com– Dugaan aktivitas sabung ayam di kawasan Panggereman, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, kembali menjadi sorotan. Informasi yang diterima media menyebutkan, aktivitas sabung ayam tersebut diduga ramai pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu. Bahkan, sumber menyebut lokasi kegiatan diduga berpindah pada hari berikutnya ke tempat lain yang

Fashion

Sempat Dibubarkan, Dugaan Sabung Ayam di Karang Wungu, Mojokerto Kembali Disorot, Humas Polres Belum Beri Keterangan

MOJOKERTO, LiputanJatimBersatu.com.  Dugaan aktivitas sabung ayam kembali menjadi sorotan di wilayah hukum Polres Mojokerto, tepatnya di kawasan Karang Wungu, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Informasi yang diterima awak media menyebutkan, lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas sabung ayam tersebut sebelumnya sempat ditutup atau dibubarkan oleh aparat. Namun,