Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Ketua Umum AMI Mendesak Walikota Surabaya Berhenti Membuat Pernyataan Yang Kontraproduktif

SURABAYA – LiputanJatimBersatu,com. Pernyataan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menyebut pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya bukan berasal dari Surabaya, tetapi dari luar kota, memantik reaksi keras dari Ketua Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar.

 

Menurut Baihaki, pernyataan Eri bukan hanya tidak bijak, tapi juga terkesan cuci tangan atas persoalan keamanan yang menjadi tanggung jawab kepala daerah. Ia menilai, pengelolaan keamanan tidak seharusnya dilandasi asum.

 

“Kalau selalu menyalahkan pihak lain, lalu di mana fungsi deteksi dini dan pengawasan? Ini bentuk kegagalan dalam mengelola kota secara komprehensif,” kata Baihaki dalam keterangannya,

 

Ia mengingatkan, Surabaya adalah kota metropolitan yang terbuka. Karena itu, sudah semestinya pemerintah kota menyiapkan sistem keamanan yang mampu merespons mobilitas warga lintas sektor. Bukan justru menjadikan spekulasi sebagai tameng atas lemahnya pengawasan.

 

“Bukan mencari solusi, wali kota justru membangun narasi yang memecah belah. Seolah-olah penyebab kejahatan datang dari luar daerah,” ujarnya.

 

Baihaki juga mendesak Eri Cahyadi berhenti membuat pernyataan yang kontraproduktif. Ia menegaskan seorang pemimpin kota besar harus bertanggung jawab penuh terhadap apa pun yang terjadi di wilayahnya.

 

“Jangan biasakan menyalahkan pihak luar. Itu tidak mencerminkan kepemimpinan yang dewasa,” tutup Baihaki.

More To Explore

Fashion

Klarifikasi Ditresnarkoba Polda Jatim Terkait Penanganan Perkara, Pastikan Proses Berjalan Sesuai Mekanisme

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com. Ditresnarkoba Polda Jawa Timur memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyoroti kinerja Unit 3 Subdit 3 Narkoba Polda Jatim dan menyebut adanya dugaan penyalahgunaan wewenang serta pelanggaran kode etik dalam penanganan suatu perkara. Melalui Kanit Subdit 3 Unit 3 Narkoba Polda Jatim, pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut

Fashion

Wakapolri: Pusat Studi Unri-Polda Riau Tambah Jejaring 100 Pusat Studi Kepolisian

PEKANBARU — Jejaring ilmu kepolisian terus meluas. Universitas Riau (UNRI) bersama Polda Riau meresmikan Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan (Green Policing) yang bertempat di LPPM Universitas Riau Pekanbaru, Jumat (18/9/2026), yang menjadi bagian dari penguatan kolaborasi Polri dan perguruan tinggi dalam menjawab persoalan keamanan dan lingkungan.   Peresmian tersebut menambah