Liputan Jatim Bersatu

Jawab Keluhan Warga, Polres Nganjuk Gencarkan Tilang Truk ODOL

 

Nganjuk – liputanjatimbersatu.com Polres Nganjuk menindak tegas kendaraan angkutan barang yang melebihi batas muatan (Over Dimension Over Loading/ODOL) dengan penilangan manual, Selasa (27/5/2025).

 

Langkah ini diambil untuk menjawab keresahan masyarakat, khususnya pengguna kendaraan kecil seperti sepeda motor, yang merasa terancam akibat truk ODOL di jalur lalu lintas.

 

Penegakan ini merupakan bentuk komitmen Polres Nganjuk dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib, sekaligus sebagai upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan yang disebabkan kendaraan angkutan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

 

“Kami tidak akan mentoleransi kendaraan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Tilang manual kami berlakukan agar efek penindakan terasa nyata dan memberi efek jera,” tegas Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M.

 

Penindakan ini dilakukan secara menyeluruh di beberapa titik rawan pelanggaran di wilayah hukum Polres Nganjuk. Kendaraan yang terjaring langsung diberhentikan, diperiksa, dan ditilang sesuai pelanggarannya.

 

Salah satu titik operasi digelar di jalur utama Kecamatan Kertosono, di mana petugas Satlantas menghentikan beberapa truk yang terpantau ODOL dan tidak laik jalan.

 

“Sudah banyak keluhan masuk dari masyarakat, terutama pemotor yang merasa terintimidasi saat berpapasan dengan truk bermuatan berlebih. Oleh karena itu kami akan terus melakukan razia secara berkala,” ungkap Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, S.Tr.K., S.I.K., M.H.

 

Dengan adanya penindakan ini, Polres Nganjuk berharap masyarakat pengguna jalan, terutama pelaku usaha angkutan, dapat lebih patuh terhadap aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan semua pihak di jalan raya.

 

 

(Korlap)

More To Explore

Fashion

Kejari Tanjung Perak Jangan Diam, AMI Minta Kepastian Hukum atas Dugaan Sunat Dana Reses DPRD Surabaya

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com – Penanganan dugaan pemangkasan dana reses yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Tanjung Perak hingga kini masih menjadi tanda tanya. Meski sejumlah pihak, termasuk saksi-saksi yang dianggap mengetahui perkara tersebut, telah dipanggil dan dimintai keterangan, perkembangan kasus tersebut belum juga diumumkan kepada publik. Sorotan itu datang dari Ketua Umum

Fashion

Ketua FRIC Jatim Soroti Keras Dugaan Tangkap Lepas Pelaku Narkoba di Kediri, Minta Propam dan Pimpinan Turun Tangan

Kediri, LiputanJatimBersatu.com – Dugaan praktik tangkap lepas dalam perkara narkotika kembali menjadi sorotan publik. Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Jawa Timur, Imam Arifin, melontarkan kritik keras atas informasi yang diterimanya terkait dugaan pelepasan seorang terduga pelaku narkoba di wilayah Kabupaten Kediri. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, peristiwa