Liputan Jatim Bersatu

Polres Bangkalan Tegaskan Kasus Malpraktik di Puskesmas Modung Masih Proses Sidik

 

Bangkalan -LiputanJatimBersatu,Com. Dugaan kasus Malpraktik di Puskesmas Kedundung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, terkait seorang ibu melahirkan dengan kepala bayi yang tertinggal di dalam rahim. Polres Bangkalan menegaskan masih dalam proses sidik.

 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi, S.H. M.H., dalam keterangan pada Rabu (11/06/2025).

 

“Perlu kami sampaikan bahwa Polres Bangkalan telah menerima laporan terkait dugaan malpraktik dalam proses persalinan yang menyebabkan tubuh bayi terputus dan kepala tertinggal di dalam rahim sang ibu, yang terjadi di Puskesmas Kedungdung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, pada Maret 2024 lalu. Dan saat ini kasus tersebut dalam proses sidik di Satreskrim Polres Bangkalan,” ucapnya.

 

Dalam penegasannya juga, pihaknya bertugas di Polres Bangkalan pada Januari 2025, kala itu penanganan kasus telah memeriksa 10 saksi, termasuk Ahli Dokter Forensik. Hasil dari pengamatan bahwa penanganan kasus tersebut perlu ada optimalisasi penyidikan.

 

“Jadi, pengalaman kami saat bertugas di Polresta Sidoarjo dengan penanganan kasus yang sama, kami harus berhati-hati dan professional dalam penanganan perkara semacam ini. Kami pelajari kesaksian demi kesaksian yang telah diambil keterangannya dari para penyidik,” terang AKP Hafid.

 

Pihaknya juga menjelaskan, terkait perubahan pasal memang benar dilakukan atas dasar hasil gelar perkara pada tanggal 18 Maret 2024 selanjutnya dalam penanganan kasus ini, penyidik melibatkan MDP (Majelis Disiplin Profesi) kedokteran, sesuai dengan pasal 308 ayat 1.

 

“Yang berbunyi, tenaga medis atau tenaga kesehatan yang diduga melakukan perbuatan melanggar hukum dalam pelaksanaan kesehatan dapat dikenai sanksi pidana terlebih dahulu harus dimintakan rekomendasi dari Majelis sebagaimana dimaksud pasal 304,” jelasnya.

 

“Apabila para pihak keberatan dengan langkah kami, para pihak punya hak untuk mengajukan saksi ahli dan mengajukan pelaksanaan gelar perkara khusus baik ditingkat Polres, Polda maupun Mabes Polri,” imbuhnya Hafid.

 

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K., menyatakan bahwa pihaknya melalui Satreskrim telah melakukan penanganan perkara tersebut sesuai dengan prosedural.

 

Pembina ( Rosi )

More To Explore

Fashion

Sat Reskrim Polres Sumedang Gandeng Disperindag Siapkan Bazar Pangan Murah, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat

SUMEDANG – Dalam upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumedang bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bazar Pangan Murah yang akan digelar dalam waktu dekat.   Koordinasi persiapan kegiatan tersebut dilaksanakan pada

Fashion

Diduga Dipersulit, Keluarga Pasien Pertanyakan Transparansi RSIA Puri Bunda Madura dalam Pemberian Rekam Medis

Pamekasan, LiputanJatimBersatu.com – RSIA Puri Bunda Pamekasan Madura menuai sorotan setelah keluarga seorang pasien mengaku kesulitan memperoleh salinan rekam medis, meski seluruh persyaratan yang diminta pihak rumah sakit disebut telah dipenuhi. Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi pelayanan serta komitmen rumah sakit dalam memenuhi hak-hak pasien. Persoalan semakin mengemuka