Liputan Jatim Bersatu

Polres Mojokerto Kota Berhasil Ungkap Curanmor Dua Tersangka dan 4 Unit Motor Diamankan

KOTA MOJOKERTO – LiputanJatimBersatu,com. Gerak cepat dalam merespon laporan masyarakat, Kepolisian Resor Mojokerto Kota Polda Jatim akhirnya berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian Kendaraan Bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah hukum Polsek Gedeg.   Hasil ungkap tersebut, Dua pelaku berinisial MA (32) warga Gresik dan MR (19) warga Lamongan diamankan beserta sejumlah barang bukti.   Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto mengatakan kasus ini berawal dari laporan pada tanggal 1 Oktober 2025.   “Korban melapor satu unit sepeda motornya yang diparkir di depan warung sekitar pukul 00.00 WIB, hilang,” kata AKBP Herdiawan, Jumat (10/10).   Sepeda motor Honda Beat tahun 2019 warna merah putih Nopol S-2140-SV saat dicuri dari halaman depan warkop dalam keadaan terkunci stang dan tertutup pelindung magnet.   “Pagi harinya, korban mendapati kendaraannya sudah tidak ada dan segera melapor ke Polsek Gedeg,” tambah AKBP Herdiawan   Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi, petugas berhasil mengidentifikasi Dua orang pelaku ,kemudian ditangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto Kota.   “Dari hasil pengembangan, diketahui total ada 4 unit kendaraan yang dicuri oleh para tersangka di beberapa TKP yakni, Lamongan, Mojokerto,Jombang” ujar AKBP Herdiawan.   Saat ini para tersangka sudah diamankan di Mapolres Mojokerto Kota untuk proses hukum lebih lanjut.   “Tersangka sudah kami tahan berikut beberapa barang bukti,” pungkasnya.   Adapun barang bukti yang disita Polisi antara lain 1 unit sepeda motor Honda Beat , 1 unit sepeda motor Honda Genio, 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox dan 1 unit sepeda motor Yamaha R15.   Selain itu juga turut disita, 2 buah mata kunci T dan 1 gagang kunci T, 1 buah jaket , 1 pasang sarung tangan belang hitam-abu, dan 1 buah topi hitam.   Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.   Kasus ini menjadi perhatian Polres Mojokerto Kota Polda Jatim sebagai upaya menjaga keamanan dan menekan angka tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukumnya.

Harkamtibmas : Patroli Pesisir Polres Situbondo Berbagi Nasi Bungkus untuk Nelayan

  SITUBONDO – LiputanJatimBersatu,com. Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat pesisir, Satpolairud Polres Situbondo Polda Jatim kembali melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Jumat Barokah” dengan membagikan puluhan nasi bungkus kepada nelayan di kawasan Pantai Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Jumat (10/10/2025) pagi.   Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu menyasar para nelayan yang sedang memperbaiki alat tangkap dan membersihkan perahu.   Momen tersebut bertepatan dengan waktu sarapan pagi, di mana sebagian nelayan tidak sempat membawa bekal karena sibuk menyiapkan perlengkapan melaut.   Salah satu nelayan, Suntono, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh pihak kepolisian.   “Terima kasih banyak kepada Pak Polisi yang sudah membagikan nasi,” ujarnya sambil tersenyum.   Kasatpolairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Barokah ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama kalangan nelayan yang menjadi mitra dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut.   “Tak hanya menjalankan tugas pengamanan di perairan, kami juga ingin hadir lewat aksi kemanusiaan. Nasi bungkus ini mungkin sederhana, tapi maknanya luar biasa — menjadi bukti bahwa Polri hadir untuk masyarakat,” kata AKP Gede.   Ia menambahkan, kegiatan Jumat Barokah akan terus dilaksanakan secara rutin setiap pekan sebagai bentuk upaya memupuk rasa persaudaraan antara Polri dan masyarakat pesisir.   “Kami ingin hubungan ini tidak sekadar formal, tapi betul-betul terjalin keakraban antara petugas dan warga nelayan,” ujarnya.   Kegiatan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi antara personel Satpolairud dan para nelayan agar komunikasi dalam menjaga keamanan wilayah pesisir Situbondo semakin solid.

Polsek Sukorejo Datangkan Dua Tangki Air Bersih untuk Warga Kenduruhan

  PASURUAN — LiputanJatimBersatu,com. Polsek Sukorejo bergerak cepat menanggapi keluhan warga Dusun Mengeng Selatan, Desa Kenduruhan, Kecamatan Sukorejo, yang mengalami kesulitan air bersih. Dua tangki berisi air bersih didatangkan ke lokasi pada Jumat (10/10/2025).   Kapolsek Sukorejo, AKP Marti, menjelaskan bahwa bantuan air bersih tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polsek, Danramil, dan Kecamatan Sukorejo. Langkah itu dilakukan setelah warga mendatangi Balai Desa Kenduruhan untuk melaporkan matinya aliran air dari Hipam selama beberapa hari terakhir.   “Kami mendatangkan dua tangki air bersih untuk membantu warga Mengeng Selatan, Desa Kenduruhan. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar AKP Marti.   Kedatangan air bersih disambut antusias warga yang langsung mengantri dengan membawa jeriken, ember, dan galon di sekitar titik distribusi.   Salah satu warga, Dah, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih kepada Kapolsek Sukorejo yang sudah membantu kami. Air bersih di sini belum mengalir beberapa hari,” ujarnya.   Dua tangki air bersih yang disalurkan tersebut habis dalam beberapa jam setelah didistribusikan kepada warga Dusun Mengeng Selatan.

Polsek Puspo Gelar Patroli Antisipasi 3C dan Dialogis Tiga Pilar untuk Jaga Kamtibmas

PASURUAN – LiputanJatimBersatu,com. Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek Puspo Polres Pasuruan melaksanakan Patroli Antisipasi 3C (Curat, Curas, Curanmor) serta kegiatan dialogis bersama tiga pilar di wilayah hukumnya, Senin (6/10/2025) malam.   Kegiatan patroli yang dimulai pukul 22.10 WIB itu menyasar Poskamling Dusun Krajan Wetan, Desa Puspo, Kecamatan Puspo. Patroli dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap tindak kejahatan.   Kapolsek Puspo, AKP Mastuki, S.H., mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.   “Kami melaksanakan patroli malam untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana 3C serta memberi imbauan kepada warga agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Tujuan kami sederhana: masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar AKP Mastuki.   Dalam patroli tersebut, personel gabungan yang terlibat terdiri dari Aipda Hadi, Aipda Priagung, Sertu Eko, anggota Satpol PP Indra, dan Banser Hamim. Mereka menyambangi poskamling serta berdialog dengan warga yang berjaga malam untuk memberikan pesan-pesan Kamtibmas.   Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan, mengapresiasi langkah Polsek Puspo yang terus aktif menjaga keamanan wilayah, “Upaya seperti ini sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan di tingkat bawah. Sinergi tiga pilar menjadi kunci agar wilayah Pasuruan tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolres.   Kegiatan patroli berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Puspo dilaporkan dalam kondisi aman terkendali.

Diundang Kedubes Rusia, Wilson Lalengke Akan Mengikuti Seminar Internasional terkait Konflik Rusia-Ukraina

  Jakarta — LiputanJatimBersatu,com. Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, dijadwalkan akan berpartisipasi dalam seminar online internasional yang diselenggarakan Pemerintah Russia, pada tanggal 23 Oktober 2025 mendatang, yang dipusatkan di Wina, Austria. Pria yang baru saja memberikan pidato di PBB itu diundang Kedutaan Besar Rusia di Jakarta untuk berkenan menghadiri seminar dimaksud.   Tema yang akan dibahas pada seminar online internasional ini adalah “Perjalanan Kemerdekaan Republik Rakyat Luhansk”, yang bertujuan untuk mengeksplorasi jalur penyelesaian konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung melalui dialog dan konteks sejarah. Sebagaimana diketahui bahwa deklarasi kemerdekaan rakyat Luhansk dari Ukraina tahun 2014 merupakan pemicu utama terjadinya konflik Russia-Ukraina.   Undangan ini muncul di tengah meningkatnya keterlibatan diplomatik antara Indonesia dan Rusia, yang dengan keterlibatan Wilson Lalengke merupakan penanda pentingnya peran masyarakat sipil dalam upaya perdamaian internasional. Menurut sumber internal Kedutaan Besar Rusia, seminar ini akan menghadirkan beberapa pembicara dan akan dihadiri banyak tokoh politik serta aktivis kemanusiaan, akadenisi, termasuk media, dari berbagai negara, yang menawarkan beragam perspektif tentang ketegangan geopolitik di Eropa Timur.   Wilson Lalengke, yang dikenal karena advokasinya tentang hak asasi manusia dan kebebasan media, menyatakan komitmennya untuk berkontribusi secara konstruktif dalam diskusi ini. “Ini adalah kesempatan untuk memahami kompleksitas konflik dari berbagai sudut pandang dan mencari solusi damai yang berakar pada rasa saling menghormati dan kesadaran sejarah,” ujar alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu kepada jaringan media se-Indonesia, Sabtu, 11 Oktober 2025.   Seminar ini akan membahas evolusi Republik Rakyat Luhansk, sebuah entitas yang memproklamirkan diri di Ukraina timur, dan perannya dalam dinamika regional yang lebih luas. Meskipun topiknya tetap sensitif dan bermuatan politis, penyelenggara menekankan bahwa forum ini dimaksudkan untuk mendorong dialog, alih-alih mempromosikan narasi tertentu.   Kedutaan Besar Rusia di Jakarta sebelumnya telah berkolaborasi dengan PPWI dalam berbagai inisiatif budaya dan media, termasuk pemutaran film dokumenter, advokasi jurnalis di daerah konflik, dan publikasi. Keterlibatan terbaru ini mencerminkan upaya berkelanjutan untuk membangun jembatan melalui jalur intelektual dan diplomatik.   Seminar ini dijadwalkan berlangsung satu hari dan akan disiarkan langsung kepada peserta terdaftar di seluruh dunia. Partisipasi Wilson Lalengke diharapkan dapat membawa perspektif Indonesia ke dalam percakapan global tentang perdamaian dan resolusi konflik.       (Pak Sahril)

Kasus Penggelapan Mobil, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum DPRD dan Oknum Kepala Desa 

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com — Kasus dugaan penggelapan mobil yang menyeret nama seorang aktivis jukir asal Surabaya berinisial EH masih terus bergulir di tangan penyidik Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami sejumlah keterangan saksi dan melakukan pengembangan atas pengakuan tersangka yang menyebut beberapa nama baru, termasuk inisial MM oknum DPRD dan seorang oknum Kepala Desa.   Salah satu sumber internal kepolisian membenarkan bahwa proses penyelidikan belum berhenti pada tersangka utama saja. Pihaknya menegaskan masih melakukan pendalaman dan verifikasi terhadap informasi yang muncul dalam pemeriksaan.   “Waallaikumsalam, betul Mas, saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap para saksi. Namun, terkait adanya dugaan keterlibatan oknum yang dimaksud, penyidik masih mendalami apakah benar ada atau tidak,” ujar Iptu Herlambang tersebut kepada wartawan, Sabtu (11/10/2025).   Menurut keterangan yang dihimpun, tersangka EH sempat menyebut nama MM dan oknum Kepala Desa dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Namun, sejauh ini, penyidik belum dapat memastikan sejauh mana keterlibatan dua nama tersebut dalam praktik dugaan penggelapan kendaraan yang merugikan korban, seorang warga Surabaya.   Sumber itu juga menegaskan bahwa penyidik tidak ingin terburu-buru menetapkan pihak lain sebelum memiliki bukti kuat yang mendukung keterangan dari tersangka.   “Semua keterangan yang disampaikan tersangka akan kami cocokkan dengan alat bukti dan kesaksian lain. Prinsip kami, tidak ada yang ditutupi, dan siapa pun yang terbukti terlibat pasti akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.   Latar Belakang Kasus   Kasus ini bermula ketika korban yang namanya tidak mau dipublikasikan melaporkan EH ke pihak kepolisian setelah mobil miliknya, yang disewakan kepada tersangka, tak kunjung dikembalikan. EH berdalih bahwa mobil tersebut sedang digunakan untuk keperluan bisnis, namun belakangan diketahui mobil itu telah berpindah tangan dengan cara yang tidak semestinya.   Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan adanya transaksi pemindahan kendaraan tanpa seizin pemilik sah. Hal ini yang kemudian menguatkan dugaan adanya tindak pidana penggelapan. Dalam proses penyidikan, tersangka EH disebut-sebut sempat melibatkan pihak lain dalam urusan administrasi kendaraan, hingga muncul nama MM dan Oknum Kepala Desa yang kini sedang ditelusuri lebih lanjut.   Tanggapan Penyidik dan Janji Transparansi   Penyidik menegaskan bahwa seluruh proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.   “Kami akan buka semua fakta yang ada. Jika memang ada keterlibatan pihak lain, baik dari kalangan masyarakat maupun pejabat, pasti akan kami tindaklanjuti sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” ungkap sumber kepolisian tersebut.   Pihak kepolisian juga meminta publik, termasuk media, untuk tidak berspekulasi terkait nama-nama yang muncul selama proses penyidikan, mengingat penyebutan nama baru masih harus diuji kebenarannya melalui alat bukti yang sah.   Profil Tersangka dan Respons Publik   Tersangka EH sendiri dikenal publik sebagai seorang aktivis yang aktif di media sosial dan kerap menyuarakan isu-isu sosial, terutama terkait perparkiran dan hak masyarakat kecil. Karena itu, penetapannya sebagai tersangka sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, termasuk di komunitas tempat ia biasa beraktivitas.   Beberapa rekan EH bahkan menduga kasus ini memiliki unsur politis karena menyentuh kepentingan sejumlah pihak. Namun, aparat kepolisian menepis anggapan tersebut dan menegaskan kasus ini murni perkara hukum.   Penyelidikan Berlanjut   Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih melakukan pemanggilan terhadap beberapa saksi tambahan yang diduga mengetahui proses pemindahan kendaraan tersebut. Pemeriksaan terhadap MM dan Kepala Desa Benangkah disebut akan dilakukan apabila ditemukan indikasi kuat keterlibatan mereka dalam alur kasus.   Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan sosok yang dikenal vokal terhadap penegakan hukum dan keadilan sosial. Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan kepolisian dalam menuntaskan perkara ini secara transparan dan profesional.   Redaksi

Penangkapan Penyalahgunaan BBM Subsidi Oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya Tak Kunjung Dirilis ke Publik, Masyarakat Pertanyakan Transparan

Surabaya, LiputanJatimBersatu,com. Kasus penangkapan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Resmob Polrestabes Surabaya, kini menuai sorotan tajam dari publik. Pasalnya, meski penangkapan tersebut sempat viral dan ramai diberitakan, hingga kini para tersangka yang diamankan belum juga dirilis secara resmi ke publik.   Peristiwa ini bermula dari keberhasilan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya yang dikabarkan berhasil mengungkap praktik penyalahgunaan BBM subsidi di salah satu ruas jalan tol di Kota Surabaya, beberapa hari lalu. Dalam operasi tersebut, petugas disebut mengamankan sopir beserta pengepul BBM yang diduga kuat terlibat dalam praktik ilegal tersebut.   Namun yang menjadi sorotan, seorang kernet truk tangki Pertamina yang sebelumnya diamankan justru sempat dilepaskan dengan alasan hanya berstatus sebagai saksi. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan pemerhati hukum, mengingat keterlibatan kernet dalam aktivitas pengiriman dan distribusi BBM sangat erat.   Lebih mengejutkan lagi, setelah kasus ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan pemberitaan media, pihak Unit Resmob dikabarkan kembali memanggil kernet tersebut dan kemudian menetapkannya sebagai tersangka karena diduga ikut terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.   Hingga kini, publik masih mempertanyakan mengapa hasil penangkapan ini belum juga diumumkan secara resmi kepada masyarakat. Biasanya, Polrestabes Surabaya secara terbuka merilis pengungkapan kasus besar, termasuk menampilkan barang bukti dan para tersangkanya. Namun dalam kasus ini, informasi seakan tertahan tanpa kejelasan.   Saat dikonfirmasi SUARATEMPO.COM, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi hanya memberikan tanggapan singkat.   “Sek sabar, saya tanyakan,” ujar Rina saat dihubungi pada Jumat (10/10/2025).   Pernyataan singkat tersebut menandakan bahwa proses klarifikasi masih berjalan. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak Polrestabes Surabaya belum memberikan keterangan resmi mengenai status para tersangka dan kelanjutan penyidikan kasus tersebut.   Publik berharap pihak kepolisian dapat segera memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan perkara penyalahgunaan BBM subsidi ini, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di Kota Surabaya.   Redaksi Sumber SUARA TEMPO

Berpidato di PBB, Wilson Lalengke Serukan Aksi Segera untuk Akhiri Krisis Kemanusiaan di Kamp Pengungsi Tindouf

  New York — LiputanJatimBersatu,com. Aktivis hak asasi manusia dan jurnalis Indonesia, Wilson Lalengke, menyampaikan pidato yang menyentuh hati di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu, 08 Oktober 2025. Dalam pidatonya, dia mendesak masyarakat internasional untuk segera melakukan penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di kamp-kamp pengungsi Tindouf di wilayah Aljazair.   Berbicara di hadapan Komite Keempat Majelis Umum PBB, yang secara resmi dikenal sebagai Komite Khusus Politik dan Dekolonisasi, Wilson Lalengke menyoroti penderitaan rakyat Sahrawi, yang telah lama menderita di bawah kendali Front Polisario. Pidatonya berfokus pada laporan eksekusi di luar hukum, penahanan sewenang-wenang, dan penyiksaan sistemik di dalam kamp-kamp tersebut.   “Keheningan suara masyarakat international yang menyelimuti penderitaan masyarakat Sahrawi harus diakhiri,” tegas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, dan menambahkan, “Kita harus memastikan perlindungan mereka yang tidak berdaya.”   Mewakili organisasi jurnalis warga Indonesia (Persatuan Pewarta Warga Indonesia – PPWI), Wilson Lalengke mengajukan petisi resmi yang menyerukan tiga hal, yakni investigasi independen yang dipimpin PBB, memproses hukum semua pelaku yang terlibat, dan perlindungan bagi pengungsi yang tidak berdaya. Lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University (Inggris) itu menggugat kepedulian komunitas international dengan sebuah pernyataan keras: “Diam berarti terlibat membiarkan tragedi kemanusiaan itu terjadi!”   Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas persoalan geopilitik Sahara Maroko yang belum terselesaikan dan dampak kemanusiaan di wilayah tersebut. Wilson Lalengke menekankan bahwa masyarakat Sahrawi, penduduk asli Sahara Maroko, telah mengalami pengungsian dan pengabaian selama puluhan tahun, diperburuk oleh kebuntuan politik dan terbatasnya akses pengawasan internasional.   Sidang komite, yang diadakan di Ruang Konferensi 4 di Markas Besar PBB, dihadiri oleh para diplomat, perwakilan masyarakat sipil, dan pengamat media. Pidato Wilson Lalengke merupakan salah satu dari sejumlah petisioner yang diajukan selama tiga hari, masing-masing dibatasi hingga tiga menit dan didukung oleh layanan penerjemahan langsung.   Mengakhiri pidatonya, Wilson Lalengke mengingatkan bahwa hukum international harus diterapkan dimanapun, termasuk di tempat paling terpencil di gurun Sahara. “Populasi pengungsi di Kamp Tindoef berhak atas keadilan, martabat dan harga diri, serta bebas dari rasa takut,” tegas Ketua Umum PPWI itu menutup pidatonya.     (Pak Sahril)

Lora Junaidi alias Jagad Pamungkas Klarifikasi Akun Palsu TikTok, Laporkan ke Polda Jatim atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Sampang, LiputanJatimBersatu,com. Tokoh spiritual asal Sampang, Lora Junaidi atau yang dikenal dengan Jagad Pamungkas, akhirnya angkat bicara terkait maraknya akun-akun palsu TikTok yang mengatasnamakan dirinya. Akun-akun tersebut diduga telah menyebarkan konten menyesatkan, mencemarkan nama baik, serta menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.   Dalam keterangannya, Lora Junaidi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat maupun mengelola akun TikTok yang mempromosikan minyak pelet ataupun layanan pengobatan berbayar seperti yang ramai beredar di media sosial.   > “Saya mau klarifikasi bahwa akun-akun TikTok yang mengatasnamakan saya itu bukan akun resmi. Mereka telah mencemarkan nama baik saya. Saya sangat dirugikan sejak beberapa bulan terakhir,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (10/10/2025).       Lora Junaidi juga mengungkapkan bahwa akibat ulah akun-akun palsu tersebut, ia kerap menerima teror berupa paket COD (Cash on Delivery) yang dikirim hampir setiap hari ke rumahnya. Tak hanya itu, beredar pula isu yang menyebutkan bahwa pengobatan di Jagad Pamungkas mewajibkan pasien menyediakan uang hingga puluhan juta rupiah.   > “Itu semua tidak benar. Memang ada ramuan khusus, tapi tidak diwajibkan dan tidak ada paksaan dalam bentuk apa pun. Isu-isu ini semua tidaklah benar,” tegasnya.       Merasa nama baiknya tercemar, Lora Junaidi telah melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Jawa Timur agar ditindaklanjuti secara hukum. Ia berharap, laporan ini dapat membuka tabir pelaku di balik akun-akun palsu tersebut.   > “Saya sudah melaporkan ke Polda Jatim agar diproses sesuai hukum yang berlaku. Semoga pelaku segera ditemukan dan ditindak,” ucapnya.       Sebagai bentuk antisipasi, Lora Junaidi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap akun media sosial yang menggunakan namanya. Ia meminta agar masyarakat melaporkan atau mengonfirmasi langsung kepadanya melalui akun resmi atau nomor WhatsApp pribadi.   > “Kalau menemukan akun yang mengatasnamakan saya, mohon segera dilaporkan dan hubungi saya melalui jalur resmi,” pesannya.       Diketahui, alamat resmi Ki Jagad Pamungkas berada di Q9RC+28J, Terosan, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur 69281.   Langkah hukum yang diambil Lora Junaidi ini menjadi bukti keseriusannya dalam menegakkan kebenaran serta melindungi nama baik dari penyalahgunaan identitas di dunia digital yang kian marak.   (Pak Sahril)

Ketua FRIC H.Dian Surahman Tegaskan Bagi Anggota Yang Tidak Solid Terhadap FRIC dan Polri Silahkan Cari Wadah Lain 

  Jakarta – LiputanJatimBersatu,com. *FRIC*  Ketua Umum DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC) H. Dian Surahman menegaskan kepada seluruh Pengurus DPP dan Pengurus dan anggota DPW FRIC se tanah air untuk solid terhadap FRIC dan Polri   FRIC terbentuk berkat dukungan para Jenderal di Polri , untuk mendukung program Presiden Republik Indonesia , dan Kapolri melalui pemberitaan dan pengawasan tupoksi sebagai Media   Penegasan ini disampaikan sebelum fase pelantikan para pengurus seluruh wilayah di Indonesia , ” jangan hanya memantau saja di group dan tidak berperan dalam membantu upload berita Polri, paling penting bersinergi dengan Polri do wilayah masing-masing , jalin trust .   Komunikasi yang baik dan saling menjaga , karena kita dibentuk untuk Counter opini Polri , mari kita jaga Polri ” tegas Ketum FRIC   Sementara Sekjen FRIC H. Deden H menyampaikan ” kita mendata para pengurus wilayah dan anggota sebelum pelantikan dan peresmian kantor di Jakarta , kita monitor bagi yang tidak aktif dalam komunikasi di group dan membantu pemberitaan maka kita akan evaluasi   Sesuai pesan pendiri para Jenderal ” bagi yang solid saja terhadap FRIC dan Polri bisa bergabung , jika tidak, dengan terpaksa kita keluarkan   ” Kita hanya butuh yang solid dan rasa memiliki terhadap FRIC dan cinta Polri ” tegas Sekjen (Humas FRIC)