Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Debit Air Berangsur Menurun, Polda Banten Bantu Korban Banjir di Padarincang

Serang – LiputanJatimBersatu,com. Polda Banten melaporkan perkembangan situasi banjir di Desa Citasuk, Kampung Suka Maju, Padarincang, Kabupaten Serang pada Kamis pukul 22.30 WIB (19/12).

 

Dalam kesempatannya, Plh. Kabidhumas Polda Banten AKBP Meryadi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit air yang merendam Desa Citasuk saat ini berangsur menurun. “Sebelumnya, ketinggian air sempat mencapai kurang lebih 70 sentimeter. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada karena debit air berpotensi kembali meningkat apabila terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi,” jelasnya.

 

Selanjutnya, Meryadi mengatakan bahwa saat ini jumlah warga yang mengungsi sekitar ±40 orang. “Saat ini, jumlah warga yang mengungsi tercatat sekitar ±40 orang dan ditempatkan di SD Negeri Desa Sukamaju, dengan prioritas pengungsian bagi lansia, ibu hamil, dan balita,” katanya.

 

Polda Banten menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji dan Makanan Tambahan Polri serta mengerahkan personel ke lokasi terdampak. Untuk memastikan situasi tetap kondusif dan penanganan berjalan optimal, Polda Banten menyiagakan personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Bidokkes guna membantu evakuasi, serta pelayanan kesehatan bagi pengungsi terdampak banjir.

 

Sementara itu RW Desa Citasuk mengungkapkan bahwa masyarakat terdampak masih membutuhkan sejumlah bantuan. “Masyarakat terdampak masih membutuhkan sejumlah bantuan, antara lain perlengkapan bayi seperti minyak telon dan popok, kebutuhan bahan pokok, serta pasokan air bersih,” ungkapnya.

 

“Atas nama Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, kami menyampaikan bahwa Polri hadir untuk masyarakat. Semoga bantuan personel serta makanan tambahan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban banjir,” tutupnya (Bidhumas).

More To Explore

Fashion

Imam Arifin Sentil Keras Kapolsek Krembangan: Jangan Antial kritik, Jabatan Bukan Tempat Berlindung dari Pertanyaan Publik!

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com- Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Jawa Timur, Imam Arifin, melontarkan kritik keras terhadap persoalan pelayanan dan keterbukaan informasi yang menjadi sorotan di wilayah hukum Polsek Krembangan, Surabaya. Persoalan dugaan pemblokiran nomor wartawan saat melakukan konfirmasi terkait dugaan pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia yang berada di

Fashion

Imam Arifin Tantang Bantahan Kapolsek soal Laporan 110: Saya Sendiri yang Menghubungi, Mengapa Dibantah?

Surabaya, LiputanJatimBersatu.com- Bantahan Kapolsek yang menyebut tidak ada pihak menghubungi layanan darurat kepolisian 110 menuai tanggapan dari Imam Arifin, Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Jawa Timur sekaligus Pimpinan Redaksi LiputanJatimBersatu. Imam secara tegas menyatakan bahwa dirinya telah tiga kali menghubungi layanan 110 untuk melaporkan dugaan pencurian kabel milik