Denpasar, LiputanJatimBersatu.com – Kasus dugaan pengeroyokan dan perampasan menggemparkan warga Kota Denpasar, Bali. Seorang pria berinisial W.S (35), warga Denpasar, menjadi korban aksi brutal yang diduga telah direncanakan secara matang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sehari sebelum kejadian, tepatnya 15 Januari 2026, korban dihubungi oleh seseorang berinisial J.N.H untuk menunggu “bos besar” di kantor DE MANSION SPA yang berlokasi di kawasan Pertokoan Dewata Square, Denpasar.
Namun, keesokan harinya situasi berubah mencekam. Korban diduga disergap oleh tujuh laki-laki dan dua perempuan. Kepalanya ditutup, lalu dipukul pada bagian belakang hingga mengalami luka dan pusing. Bahkan, CCTV di lokasi disebut-sebut telah dimatikan sebelum kejadian, memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut telah direncanakan.
Dalam insiden itu, pelaku diduga merampas satu unit tablet Xiaomi Redmi SE, tiga buah kunci mobil, serta tiga unit mobil milik korban. Tak hanya itu, korban juga dipaksa mentransfer sejumlah uang ke rekening perusahaan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp46.490.000.
Salah satu pelaku bahkan sempat menodongkan benda yang diduga senjata api untuk mengintimidasi korban. Akibat peristiwa tersebut, W.S mengalami luka di bagian kepala serta trauma berat dan tekanan mental.
Laporan resmi telah diterima oleh Polda Bali dan saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini agar segera melapor guna membantu pengungkapan kasus.
Terkait dugaan adanya keterlibatan atau “bekingan” oknum militer berpangkat kolonel berinisial “A”, hingga kini belum ada keterangan resmi yang membenarkan hal tersebut. Pihak berwenang diharapkan dapat menyelidiki secara objektif dan transparan.
Kasus ini menuai kecaman dari sejumlah kalangan masyarakat dan aktivis HAM di Bali yang mendesak aparat penegak hukum agar bertindak tegas dan adil.
Kuasa hukum korban menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum dan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap fakta sebenarnya.
“Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan korban mendapatkan keadilan. Kami juga berharap para saksi yang mengetahui kejadian ini dapat membantu proses penyelidikan,” ujar kuasa hukum W.S.
Masyarakat kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas kasus yang telah menimbulkan trauma mendalam bagi korban tersebut.
Bersambung..

