Surabaya, LiputanJatimBersatu,com – Proyek pembangunan pompa air di samping Makam Pahlawan WR Soepratman yang seharusnya menjadi solusi pengendalian banjir justru menuai gelombang protes dari warga RW 08, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Warga menilai proyek tersebut diduga dikerjakan tanpa mitigasi teknis yang memadai sehingga menyebabkan aliran sungai tersumbat, sampah menumpuk, air menggenang, dan nyamuk berkembang di kawasan permukiman.
Kondisi tersebut memicu kemarahan warga karena dampaknya langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mempertanyakan mengapa penutupan aliran sungai untuk proses pengecoran dilakukan tanpa menyediakan pompa pengalihan atau jalur aliran sementara sebagaimana lazim dilakukan dalam pekerjaan yang berpotensi menghambat arus air.
Keluhan yang terus berdatangan akhirnya mendorong Ketua RW 08 bersama Lurah Rangkah turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya penyumbatan aliran sungai yang berkaitan dengan pekerjaan pembangunan.
Ketua RW 08, Nanang Santoso, membenarkan bahwa masyarakat sudah berulang kali menyampaikan protes.
“Benar, warga komplain karena banyak nyamuk dan sampah akibat air sungai tidak mengalir. Kami sudah cek ke lokasi bersama Pak Lurah. Memang aliran sungai ditutup untuk pengecoran, tetapi tidak ada pompa untuk mengalirkan air ke sungai sebelah,” tegas Nanang.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memicu persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ia mengaku telah meminta pelaksana proyek segera melakukan perbaikan.
Namun apabila hingga batas waktu yang disampaikan tidak ada tindakan nyata, warga memastikan akan membawa persoalan ini ke Pemerintah Kota Surabaya.
“Kalau tidak ada penyelesaian, warga akan datang ke Rumah Aspirasi menemui Wali Kota Surabaya. Saya siap mendampingi agar keluhan masyarakat didengar,” ujarnya.
Peristiwa ini memunculkan sorotan terhadap kualitas pengawasan proyek yang menggunakan anggaran publik. Warga mempertanyakan apakah aspek teknis dan analisis dampak lingkungan telah diperhitungkan secara matang sebelum pekerjaan dilaksanakan, mengingat dampak yang muncul justru dirasakan langsung oleh masyarakat.
Warga mendesak Pemerintah Kota Surabaya tidak hanya menunggu laporan, tetapi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek serta memastikan pelaksana bertanggung jawab memulihkan kondisi aliran sungai. Mereka menilai proyek yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat tidak semestinya berubah menjadi sumber persoalan baru.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi yang bertanggung jawab belum memberikan keterangan resmi terkait temuan di lapangan dan keluhan masyarakat.

