Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Ngaku Diperas, Ketua Umum Madas Madura Buka Sejarah Kelam dengan Ormas Barak di Karawang

Karawang, LiputanJatimBersatu.com- Ketua Umum Madas Madura Asli Anak Serumpun, H. Muhammad Toha, S.H., M.H., buka suara terkait aksi penggerudukan markas Ormas Barak di Dawuan, Cikampek, Karawang.

H. Toha menegaskan dirinya tidak pernah memiliki persoalan dengan Ormas lain yang ada di Karawang. Namun untuk kasus dengan Suparno dan Tejo dari Ormas Barak, ia mengaku memiliki sejarah kelam.

Menurut H. Toha, Tejo pernah melakukan dugaan pemerasan sebesar Rp 50 juta terhadap pengelola limbah PT Piston Ring di Kawasan Industri Suryacipta beberapa bulan lalu.

“Tejo pernah melakukan dugaan pemerasan 50 juta terhadap pengelola limbah PT Piston Ring di Kawasan Suryacipta beberapa bulan yang lalu,” ungkap H. Toha, Jum’at (6/11/2026).

Ia menyebut setelah diberi uang, aksi tersebut tidak berhenti. Tejo disebut membawa profile company milik Suparno dan pertemuan dilakukan di Office Suryacipta Batiqa.

“Saya bilang tidak usah diterima, ini adalah bentuk pemerasan kembali dengan cara melakukan demo di PT Pretek Indonesia dan pengelola limbahnya H. Husni yang merupakan anggota Madas. Tentu saya tidak terima anggota saya diperas,” tegasnya.

H. Toha mengaku pihaknya juga telah memberitahukan kepada aparat setempat agar tidak disalahkan secara hukum atas aksi pembelaan tersebut.

Ia menilai Suparno dan Tejo setali tiga uang. Toha juga menyinggung masa lalu dimana pekerjaannya di HKPATI pernah diacak-acak dengan cara didemo.

“Dulu HKPATI pekerjaan saya diacak-acak dengan cara didemo. Sekarang sampai titik darah penghabisan saya dan anggota Madas pasti akan melawan,” katanya.

H. Toha juga menuntut tanggung jawab hukum dari Suparno terkait putusan kasasi yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Sepanjang Suparno belum membayar ganti rugi atas putusan kasasi yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, jelas saya terus mengejar biar dia malu kepada semua orang. Dia harus bayar pada saya sejumlah 1,287 M dan uang demo 200 juta harus dikembalikan,” tandasnya.

“Kalau Ormas yang lain mau diprovokasi oleh Suparno silahkan saja. Saya tidak punya sejarah buruk, tapi dengan Suparno punya sejarah kelam,” tutup H. Toha.

(Amsory)

More To Explore

Fashion

Kapoles Pelabuhan Tanjung Perak Dukung Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan Melalui Program Green Policing. 

SURABAYA, LiputanJatimBersatu.com- Polres Pelabuhan Tanjung Perak terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kelestarian lingkungan dan kemitraan masyarakat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan program Commander Wish Kapolri bertajuk Green Policing yang digelar di Kelompok Wanita Tani (KWT) Dorang Cinta, Jalan Ikan Dorang Baru I, Kelurahan Perak, Krembangan, Jumat (6/11/2026) pagi. Kegiatan

Fashion

Ngaku Diperas, Ketua Umum Madas Madura Buka Sejarah Kelam dengan Ormas Barak di Karawang

Karawang, LiputanJatimBersatu.com- Ketua Umum Madas Madura Asli Anak Serumpun, H. Muhammad Toha, S.H., M.H., buka suara terkait aksi penggerudukan markas Ormas Barak di Dawuan, Cikampek, Karawang. H. Toha menegaskan dirinya tidak pernah memiliki persoalan dengan Ormas lain yang ada di Karawang. Namun untuk kasus dengan Suparno dan Tejo dari Ormas