Surabaya,-LiputanJatimBersatu,com. Pemerintah kota Surabaya diminta warga untuk segera melakukan survei Jalan Tambak Wedi Tengah 5 Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya yang kini belum tersentuh bantuan pembangunan perbaikan Jalan.
Hal itu disampaikan oleh warga sekitar bahwa hampir tujuh tahun pengajuan gorong-gorong atau saluran air ke pemerintah kota Surabaya (Pemkot) belum ada tanggapan sehingga warga kembali mempertanyakan.
“Pertanyaannya, kenapa sampai saat ini pengajuan saluran air di tempat kami belum kunjung terealisasi, karena pengajuan itu sudah lama di minta melalui RT 06 dan RW 01.” jelas warga.
Dengan permintaan saluran air itu. Memang warga juga kesulitan saat membuang air bekas cucian dari dalam rumah karena tidak ada saluran air, sehingga harus dibuang di tengah jalan, dampak air yang dibuang di jalan akan menggenang dan merusak jalan yang sudah terpasang Paving.
“Warga membuang bekas air cucian itu kebanyakan dibuang di tengah jalan sehingga air yang di buang menggenangi lengkungan jalan sehingga mengakibatkan kerusakan jalan sepanjang jalan Tambak Wedi Tengah 5 Surabaya.” Ujarnya.
Lanjut warga mengatakan pengajuan pembangunan saluran air di Tambak Wedi Tengah 5 sudah lama dilakukan, pengajuan itu langsung kepada ketua RT 06 semenjak ia menjabat sebagai RT.
“Namun Rudi Ashar ketua RT 06 ini saat ditanya katanya sudah mengajukan, entah itu benar atau tidak, yang jelas warga meminta pembangunan saluran air segera dilakukan sebelum jalan semakin rusak parah,” pintanya.
Tambah warga juga meminta kepada pemerintah kota Surabaya dan kecamatan Kenjeran serta ke lurah Tambak Wedi untuk segera menanggapi jeritan warga atas pengajuan saluran air,
Melihat kampung atau jalan milik warga lain sudah dipasang dan sudah banyak yang bagus kenapa ditempat kami yang di anak Tiri kan, padahal jelas apakah memang sengaja tidak diajukan oleh RT dan RW kami.
“Harapan kami pemerintah kota Surabaya segera mendengar hal ini karena tidak ada saluran air maka ditempat kami terlihat kumuh dan tidak bersih seperti di tempat kampung orang lain.” Tutupnya.
Anugrah
