Skip to main content

Liputan Jatim Bersatu

Polisi Sahabat Anak, Mengajak Belajar dengan Hati demi Masa Depan Negeri

Surabaya – Liputanjatimbersatu.com. Kepedulian terhadap masa depan generasi muda terus diwujudkan jajaran Polsek Semampir melalui program unggulan bertajuk Polisi Sahabat Anak. Kegiatan edukatif dan penuh kehangatan tersebut digelar di Jalan Mrutu Kalianyar, tepatnya di Balai RW 4 Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, pada Senin sore (11/5/2026).

 

Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Semampir KOMPOL Herry Iswanto, S.H., didampingi Kanit Reskrim IPDA H. Mochamad Su’ud, S.E., Bhabinkamtibmas Kelurahan Wonokusumo Briptu Al Jabar bersama anggota, Ketua RW 4 Kustana, empat guru PAUD, serta KSH. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 18.30 WIB dan selesai hingga pukul 19.45 WIB.

 

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolsek Semampir bersama para guru memberikan pembelajaran moral dan motivasi kepada anak-anak. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pembentukan karakter dan akhlak sejak dini, di antaranya mengajarkan pentingnya menghormati dan menghargai orang tua, guru ngaji, serta guru sekolah.

 

Selain itu, anak-anak juga diajak berjanji untuk menjadi pribadi sukses yang mampu membanggakan orang tua, selalu berbuat baik dan menolong sesama, serta terus giat belajar demi meraih cita-cita dan menuntut ilmu setinggi-tingginya.

 

Kapolsek Semampir KOMPOL Herry Iswanto, S.H., mengatakan bahwa program Polisi Sahabat Anak merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter baik, disiplin, dan memiliki semangat belajar tinggi.

 

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Karena itu kami hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga ingin menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak memiliki semangat belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tumbuh menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujar KOMPOL Herry Iswanto.

 

Sementara itu, Ketua RW 4 Wonokusumo, Kustana, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kegiatan yang dilaksanakan langsung oleh jajaran Polsek Semampir di lingkungan warganya.

 

“Saya sangat istimewa dan bangga kepada Kapolsek Semampir. Saya menjabat sebagai Ketua RW sudah dua periode, namun sebelumnya belum pernah ada program seperti ini dari kepolisian. Ini bisa menjadi sejarah karena polisi langsung turun ke tempat kami untuk mengajar dan memberikan motivasi kepada anak-anak,” ungkap Kustana.

 

Tak hanya itu, setelah kegiatan selesai anggota Polsek Semampir juga membagikan snack serta Buku Qiroati jilid 1 sampai jilid 10 kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan pembelajaran agama sejak usia dini.

 

Kegiatan berlangsung penuh antusias dan keceriaan. Anak-anak tampak aktif mengikuti arahan serta motivasi yang diberikan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kedekatan antara polisi dengan masyarakat.

 

Melalui program Polisi Sahabat Anak, Polsek Semampir menunjukkan bahwa tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat, pengayom, sekaligus pendidik yang hadir dengan hati demi masa depan negeri.

More To Explore

Fashion

Sabung Ayam Diduga Berlangsung Lama di Tambakagung, Publik Pertanyakan Ketegasan APH

MOJOKERTO,LiputanJatimBersatu.com – Dugaan aktivitas sabung ayam di wilayah Kelurahan Tambakagung, Dusun Dimoro, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, kembali menjadi sorotan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas tersebut diduga bukan baru berlangsung, melainkan telah berjalan cukup lama dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, lokasi aktivitas tersebut

Fashion

Lapak Burung di Jl. Platuk Donomulyo Diduga Kuasai Bahu Jalan, Warga Desak Satpol-PP Jangan Tutup Mata

SURABAYA, LiputanJatimBersatu.com– Keberadaan lapak penjual burung di Jalan Platuk Donomulyo, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, kembali menjadi sorotan. Aktivitas perdagangan yang berlangsung setiap hari tersebut dikeluhkan warga karena dinilai menggunakan ruang tepi jalan, mengganggu arus lalu lintas, serta menimbulkan persoalan kebersihan dan ketertiban lingkungan. Pantauan awak media di lokasi